KEHADIRAN JAUH LEBIH BERHARGA

Glenn van Ekeren

Pada suatu masa, tanah Persia pernah diperintah oleh seorang syech yang bijaksana dan sangat dicintai rakyatnya. Syech ini peduli sekali kepada rakyatnya dan keinginannya hanya berbuat yang terbaik bagi mereka. Rakyat Persia tahu bahwa syech mereka mau menangani masalah-masalah mereka secara pribadi dan memahami pengaruh keputusan-keputusannya bagi hidup mereka. Secara berkala ia menyamar dan berkeliling ke jalan-jalan, mencoba menyaksikan hidup melalui cara pandang mereka.

Pada suatu hari ia menyamar sebagai seorang desa yang miskin lalu pergi ke tempat permandian umum. Di sana banyak orang yang sedang menikmati saat-saat santai sambil bersosialisasi. Air di permandian itu dihangatkan dengan api dari sebuah tungku di gudang bawah tanah, dan di situ ada seorang laki-laki yang bertanggung jawab mengusahakan agar tingkat kehangatan air di permandian tetap nyaman. Syech itu sengaja pergi ke ruang bawah tanah untuk menjenguk lelaki yang tanpa kenal lelah menunggui api.

Kedua orang itu makan bersama dan syech berhasil menjalin persahabatan dengan lelaki yang kesepian itu. Hampir setiap hari, sampai berminggu-minggu, penguasa negeri itu berkunjung ke tempat kerja sang penunggu api. Dalam waktu singkat sang penunggu api itu menjadi terbiasa dengan tamunya karena seringnya ia datang ke situ. Belum pernah ada orang lain yang menunjukkan perhatian atau kepedulian semacam itu kepadanya.

Pada suatu hari sang syech menyingkapkan jati dirinya yang sebenarnya. Ini sebuah langkah yang berresiko, sebab ia takut orang tadi akan meminta hadiah atau pemberian istimewa darinya. Namun, di luar dugaan, teman baru sang pemimpin itu hanya memandang ke dalam matanya sambil berkata, “Yang Mulia bersedia meninggalkan kenyamanan istana dan kemuliaan Yang Mulia untuk duduk menemani saya di ruangan gelap seperti penjara bawah tanah ini. Yang Mulia bersedia makan makanan saya yang tidak lezat dan dengan tulus menunjukkan kepedulian atas hidup yang saya jalani. Kepada orang lain Yang Mulia mungkin telah menganugerahkan uang atau barang berharga, tetapi kepada saya Yang Mulia telah memberikan yang terbaik. Yang Mulia telah memberikan diri Yang Mulia sendiri.”

2 Responses to KEHADIRAN JAUH LEBIH BERHARGA

  1. Great post mas Helmi. Terkadang memang kehadiran kita memiliki arti yg jauh lebih besar melebihi harta dan kekayaan bagi seseorang. Namun kita sering tidak menyadarinya. Kisah yg sangat luar biasa.

    Temukan RAHASIA MEREVOLUSI HIDUP, BISNIS dan KEUANGAN Anda Disini GRATIS!

  2. Hi, interesting post. I have been wondering about this issue,so thanks for posting. I’ll likely be coming back to your blog. Keep up great writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: