JEMBATAN PENGHUBUNG

Demi mencapai efisiensi dan efektivitas bekerja, sebuah organisasi biasanya dibagi kedalam beberapa sub kerja yang menangani bidang pekerjaan tertentu. Setiap tim kerja berisi anggota dan satu orang team leader. Sekalipun terpisah-pisah dan memiliki rules serta cara kerja masing-masing, tim kerja ini nantinya tetap harus tunduk pada satu komando, yaitu sang big boss. Beliau inilah yang bertugas memantau, mengendalikan, mengelola dan mengarahkan timnya untuk bekerja memenuhi target dan tujuan perusahaan. Satu hal lain yang menjadi penting untuk dilakukan oleh pemimpin adalah memastikan bahwa koordinasi lintas departemen berjalan dengan baik dan hubungan antar personil pun bisa harmonis satu sama lain.

Menjadi jembatan penghubung antar tim kerja Anda merupakan tugas yang tidak bisa dinafikkan begitu saja. Sebab sekalipun Anda telah menyerahkan mandat kepada masing-masing team leader untuk mengerjakan pekerjaan sesuai dengan porsinya, Anda tetap harus take control dan turut mengawasi praktek di lapangan. Proses penyelesaian suatu proyek tidak jarang menimbulkan konflik kepentingan antar departemen, mulai dari kerancuan pembagian tugas, saling lempar tanggung jawab, salah pengertian/pemahaman terhadap instruksi atasan, dan hal lainnya yang bahkan seringkali masuk ke dalam ranah personal dan cenderung ditanggapi secara emosional.

Sebagai seorang pemimpin mungkin Anda tidak akan mendengar keluhan-keluhan ini secara langsung, sebab yang biasanya Anda terima adalah berupa hasil akhir, tanpa tahu proses pastinya. Sebenarnya akan lebih bijaksana jika Anda mau mendengarkan atau lebih proaktif lagi jika mau bertanya tentang kesulitan yang dihadapi olah tim seperti apa yang dibutuhkan, dimana kendalanya, sejauh mana perkembangannya, bagaimana koodinasi dengan tim yang lain, dan sebagainya.

Jika Anda menemukan tanda-tanda kerjasama atau persaingan tidak sehat antar tim, Anda bisa segera menyelesaikannya sebelum menganggu kinerja dan menyebar ke tim lain yang tidak berhubungan.

Lalu bagaimanakah caranya supaya bisa menjadi penghubung yang adil dan objektif bagi tim-tim kerja Anda? Berikut ini beberapa tipsnya:

Jadilah penasihat, bukan wasit. Ketika menghadapi konflik antar tim, ambil posisi netral dan bersikaplah sebagai penasihat. Anda mengakomodir keluhan dari kedua belah pihak dengan adil untuk kemudian memberikan saran-saran yang bisa diterapkan namun bukan perintah. Bersikap layaknya wasit pertandingan terkadang justru membuat suasana makin ‘panas’ dan tidak memberikan solusi. Menerapkan iklim kompetisi antar tim kerja memang diperlukan, namun Anda harus tahu kapan harus mengambil alih jika keadaan sudah semakin tidak kondusif. Jangan sampai masalah pekerjaan berubah menjadi konflik personal tatkala persaingan kerja mulai memasuki wilayah kehidupan seseorang.

Diskusikan dalam rapat terbatas. Secara regular ajak tim-tim kerja yang terlibat dalam suatu proyek untuk berkumpul dalam rangka brainstorming. Hal ini untuk mencegah adanya misinterpretasi terhadap tugas dan perintah yang Anda berikan. Ketika Anda dan tim sudah satu suara, baru dibagi tugas per departemen sesuai dengan bidang kerja dan keahlian. Biasanya pemimpin melewatkan bagian ini sebab ia menginginkan masing-masing team leader mengaturnya secara mandiri. Sebenarnya lebih baik jika Anda turut memantau, agar jelas pertanggungjawabannya sekaligus mencegah terjadinya overlapping penugasan.

Berperan aktif mengikuti perkembangan. Untuk menjembatani harmonisasi antar tim, pertama-tama Anda harus mengetahui dulu apa-apa yang sedang terjadi di tim kerja Anda. Luangkan waktu untuk berbicara dengan masing-masing tim mengenai target, tugas yang sedang ditangani, dan hal lain yang perlu Anda ketahui untuk menjadi sumber informasi. Lakukan pendekatan kepada masing-masing tim secara adil, hindari memiliki favorit yang berpotensi menimbulkan kecemburuan dari tim lain. Ingatlah, masing-masing tim memberikan kontribusi besar terhadap jalannya organisasi dan saling membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu perlakukan mereka dengan fair.

Evaluasi cara kerja tim secara regular. Jika selalu datang keluhan yang sama dari tim lain terhadap kinerja tim lainnya, maka saatnya Anda memikirkan kemungkinan ada yang salah dengan sistem kerja mereka. Sikap memaklumi karena alasan proyek yang dipegang bernilai besar atau proyek tersebut dikejar deadline adalah tindakan yang berat sebelah. Kerjasama antar tim berarti mereka mitra sejajar, bukan bawahan yang bisa diperintah sekenanya. Sikap tegas Anda untuk melakukan evaluasi terhadap cara kerja suatu tim yang mengancam kelancaran dan konduktivitas suatu pekerjaan sangatlah diperlukan.

Remember!
Karena Anda adalah perekat antar team dalam organisasi Anda, pastikan Anda mendengar kebutuhan dari setiap team..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: