Menjadi Anggota Tim yang Positif

Mike Pegg

Kalau semua tim memiliki kemampuan sama, maka tim yang memiliki sikap paling baiklah yang akan memperoleh hasil terbaik. Sikap itu terbentuk dari orang-orang yang tergabung dalam tim tersebut. Berikut ini ada sepuluh langkah yang dapat anda lakukan untuk menjadi seorang anggota tim yang baik.

–Pastikan anda ingin bekerja dalam sebuah tim.
Tanyakan pada diri sendiri, apakah anda benar-benar ingin menjadi anggota sebuah tim. Ada orang yang lebih suka bekerja bagi dirinya sendiri, ada yang lebih suka menjadi pemimpin, dan ada yang memilih bekerja dalam suatu tim. Sebelum anda dapat menjadi seorang anggota tim yang positif, yakinkan bahwa anda benar-benar ingin bekerja sebagai anggota sebuah tim.

–Pilihlah tim yang positif.
Agar anda dapat berperan secara positif, anda perlu lingkungan yang positif. Bekerjalah dalam sebuah organisasi yang Read more of this post

Merencanakan Keuangan untuk Pasangan Menikah

Pasangan muda perlu merencanakan keuangan, terutama pada masa awal pernikahan. Dengan begitu keuangan keluarga bisa lebih stabil.

Perencana keuangan, pendiri Akbar’s Financial Check Up, Aidil Akbar Madjid mengatakan perencanaan keuangan yang perlu disiapkan pasangan menikah adalah asuransi dan pendidikan anak. Untuk mengatur keuangan keluarga, Akbar menyarankan pasangan merencanakan keuangan sesuai pos masing-masing.

Akbar menyebutkan, pos perencanaan keuangan bisa dibagi tiga. Perencanaan keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Perencanaan keuangan jangka pendek lebih untuk memenuhi kebutuhan di bawah satu tahun. Sedangkan jangka menengah untuk 1-5 tahun. Sementara perencanaan keuangan jangka panjang untuk periode di atas lima tahun,” kata Akbar dalam program acara Arisan bertema “Financial Planning”, ditayangkan Kompas TV Read more of this post

Saya Sangat Beruntung

Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup Anda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu memilih untuk melakukan yang terbaik. Ketika Anda menyadari hikmah di balik suatu kejadian, Anda akan mendapati bahwa Anda sungguh-sungguh beruntung. Penting atau tidak peristiwa yang Anda alami, yang perlu Anda pahami adalah makna di balik kejadian tersebut.

1. Bantuan dari orang tak dikenal
Banyak kisah yang muncul dari bagian ini. Ketika Anda pulang naik taksi karena jatuh sakit, namun di taksi kondisi Anda semakin parah. Untunglah, Anda menemukan supir baik hati yang lalu membawa Anda ke rumah sakit. Atau ketika Anda lupa membawa dompet saat menumpang kendaraan umum, dan seorang ibu membayarkan ongkos untuk Anda. Atau ketika si kecil terlepas di keramaian, namun Anda berhasil menemukannya dengan selamat setelah seorang anak muda mengantarnya ke bagian informasi dan mengumumkan keberadaannya. Semua hal ini membuat Anda lega, dan bersyukur karena masih ada orang yang peduli dengan orang lain di dunia ini. Read more of this post

Pertajam Kualifikasi Anda

Ketika seseorang menginginkan sesuatu, maka orang itu akan mengerahkan segala daya agar bisa mencapai keinginannya tersebut. Begitu juga yang terjadi sewaktu Anda mencoba untuk mendapatkan dan melamar suatu pekerjaan. Saat Anda ingin melamar suatu pekerjaan, sudah dipastikan Anda akan terfokus pada kualifikasi apa yang diajukan oleh perusahaan. Anda akan berusaha untuk memenuhi standar kualifikasi yang diinginkan berdasarkan info lowongan pekerjaan yang Anda dapatkan di media–media massa.

Setiap perusahaan memiliki standar kualifikasi karyawan yang berbeda–beda, tergantung pada apa yang sedang menjadi kebutuhan di dalam perusahaan itu sendiri. Jika Anda sering membaca info lowongan pekerjaan yang ada di koran atau situs–situs lowongan kerja di internet, maka Anda akan melihat bahwa ada begitu banyak kualifikasi yang diajukan oleh perusahaan dalam melakukan perekerutan tenaga kerja.

Dalam dunia kerja, kualifikasi merupakan salah satu hal yang akan menentukan apakah Anda layak atau sanggup untuk suatu pekerjaan. Pada umumnya, kualifikasi yang diajukan perusahaan–perusahaan cenderung berbicara tentang Read more of this post

Nikmati Pekerjaan Anda

Tidak bisa dipungkiri, terkadang pekerjaan bisa menimbulkan beban tersendiri dalam hidup Anda. Mungkin Anda pernah atau bahkan sering merasa tertekan dengan tanggung jawab dari pekerjaan Anda yang dirasakan terlalu berat atau melebihi kapasitas dan kompetensi Anda sebagai pekerja. Akibatnya Anda mengalami keletihan dan kejenuhan yang akhirnya membuat Anda stress dan kehilangan gairah serta semangat untuk bekerja.

Pada dasarnya, setiap pekerjaan pasti memiliki beban dan resiko tersendiri bagi seseorang yang mengerjakannya. Terkadang faktor–faktor di lingkungan kerja sering menjadi penyebab utama dari permasalahan ini, mulai dari atasan yang terkesan selalu memberikan “push” pada Anda, kurangnya hubungan personal yang baik antar sesama pegawai, sampai dengan masalah yang paling vital, yaitu gaji yang dinilai tidak sepadan atau sesuai dengan yang kapasitas pekerjaan Anda. Keadaan dan kondisi seperti ini akan menimbulkan ketidaknyamanan ketika bekerja dan tentunya Anda cenderung tidak bisa mengerjakan semua pekerjaan Anda secara maksimal.

Sudah menjadi sesuatu yang lumrah kalau kondisi seperti ini terjadi dalam dunia kerja, Read more of this post

Membuat Lingkungan Mendukung Anda untuk Sukses

Kita harus menyadari bagaimana kondisi maupun keadaan ruang lingkup lingkungan di sekitar kita. Dengan sadar akan lingkungan maka akan dapat diambil energi positif untuk membentuk pola pikir kita. Sehingga kita bisa mengambil keputusan-keputusan strategis yang mendukung usaha dan tindakan untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal lagi.

Berikut ini langkah-langkah agar lingkungan dapat membuat kita sukses :

1. Jangan biarkan kekuatan negatif menindas kita, misalkan orang yang mengatakan anda tidak mungkin bisa melakukannya……yang akan membuat anda berpikir kalah. Tetapi buatlah lingkungan disekitar anda bekerja untuk anda, bukan melawan anda.

2. Berkujunglah atau bergabunglah ke kelompok-kelompok baru….sehingga kita bisa menemukan hal-hal yang baru dan merangsang untuk dikerjakan.

3. Singkirkan racun pikiran keluar dari lingkungan kita. Hindari gossip. Bicaralah tentang orang lain, tetapi tetap mengenai sisi positifnya.

4. Gunakan segalanya yang kelas satu. Dalam hal ini kita harus memikirkan jangka panjang, karena mengunakan yang kelas satu pada akhirnya akan lebih murah dari pada yang kelas dua. Orang akan menilai mutu kita, sering, mungkin tanpa sadar. Dan biayanya tidak lebih mahal, sering malah lebih murah, coba anda bandingkan dengan yang kelas dua.

5. Jangan biarkan orang yang berpikir kecil menahan anda. Jangan beri mereka kepuasan. Karena orang yang dengki ingin melihat anda tersandung dalam kegagalan.

6. Dapatkan masukan-masukan atau nasehat dari orang yang berhasil.

Kesalahan Fatal Seorang Pemimpin

Kekeliruan PEMIMPIN Yang FATAL

Kekeliruan PEMIMPIN Yang FATAL

Kesuksesan sebuah usaha bisa dilacak dari pemimpinnya. Edwin H. Friedman mengatakan, “Kepemimpinan bisa dianggap sebagai kapasitas untuk menentukan diri sendiri dengan orang lain, dengan cara yang jelas dan memperluas visi masa depan.” Penting untuk mengenali apa yang positif dan efektif di masing-masing pemimpin, tapi juga penting untuk menyadari hambatan yang mungkin dihadapi. Kepemimpinan yang sukses berkembang dari waktu ke waktu, dan hanya bisa ditingkatkan dengan pengetahuaun bagaimana mendiagnosa dan memperlakukan pemimpin.

Setiap pemimpin yang berpandangan ke depan semestinya memahami bahwa sumber daya yang tak ternilai dalam setiap perusahaan adalah potensi manusianya. Sebagai pemimpin, ia bertanggung-jawab untuk mengembangkan bakat yang sangat luas tersebut. Sebegitu pentingnya unsur sumber daya manusia, seorang eksekutif puncak di sebuah perusahaan besar di Amerika pernah berujar: “Ambilah semua harta saya, asal bukan organisasinya. Maka dalam lima tahun kedepan saya akan bisa memperoleh semuanya kembali.”

Masalahnya, tidak semua pemimpin mampu mengelola perusahaannya dengan benar. Menurut catatan Steven Brown yang telah bertahun-tahun bertugas sebagai konsultan, setidaknya ada beberapa kesalahan fatal yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Kesalahan tersebut adalah:

1. Gagal Mengembangkan Orang

Salah satu tujuan utama manajemen adalah kelangsungan bisnis itu sendiri, meski ada perubahan waktu dan orang-orang yang mengelolanya. Itu artinya, jika suatu saat perusahaan yang anda bangun akhirnya menjadi runtuh setelah anda tinggalkan, maka anda layak merasa bersalah dan gagal dalam mengembangkan estafet kepemimpinan.

Sering terjadi, karena berbagai alasan, tidak percaya kemampuan seseorang, misalnya seorang pemimpin merasa perlu melakukan segala sesuatunya sendiri. Tidak ada pelimpahan wewenang dan kekuasaan. Akibatnya, selain disibukkan oleh urusan yang sebenarnya tidak perlu, pemimpin tadi secara tidak sadar telah melewatkan kesempatan untuk menciptakan kader-kader pemimpin baru.

Jika anda ragu mengenai perlunya membangun people sekuat mungkin, berikut bisa menjadi gambaran. Seseorang memulai sebuah usaha, dan usaha itu terus bertahan selama ia masih bekerja. Lalu, perusahaan itu perlahan-lahan lenyap setelah para penggantinya menggantikan selama kurang lebih setengah jangka waktu kerja suatu generasi.

2. Mengendalikan Hasil, Bukan Mengendalikan Cara

Cara berpikir seseorang tentu berbeda-beda. Ini pula yang menjadi sebab mengapa beberapa orang bisa lebih produktif ketimbang yang lain. Kebanyakan pemimpin sering memukul rata mengenai unjuk kerja karyawannya. Terlebih lagi untuk pekerjaan-pekerjaan yang sangat mudah terlihat hasilnya, seperti bidang penjualan.

Padahal setiap karyawan, seperti tadi sudah disinggung memiliki cara pandang dan perasaan yang berbeda-beda untuk suatu masalah. Karena itu untuk menghindari persepsi yang keliru itu, seorang pemimpin mesti melihat dalam sebuah kerangka rangkaian yang utuh, yakni melalui pikiran, perasaan atau akal budi, kegiatan dan lama-lama menjadi kebiasaan, lalu memberikan hasil. Jika rangkaian tersebut dipergunakan, maka pemimpin akan dengan mudah melakukan perubahan drastis dalam membangun produktifitas karyawan.

3. Bergabung dengan Kelompok yang Keliru

Poin utama pada masalah ini adalah bagaimana seorang pemimpin mengembangkan sikap, terutama tentang kesetiaan. Seorang pemimpin sering dijadikan sebagai pejuang bagi orang-orang yang melawan kebijakan, tujuan dan sasaran perusahaan.

Jika hal itu terjadi, anda harus menolak sekalipun yang mengajak anda adalah seorang pemimpin sejawat anda atau sekumpulan beberapa karyawan.

4. Seragam dalam Mengelola Orang

Pemimpin yang mengelola anak buahnya dengan cara yang sama atau satu teknik saja, seringkali mengalami kekecewaan. Pemimpin yang baik mestinya peka terhadap perbedaan dan kepribadian masing-masing staf.

Oleh karena itu, pemimpin harus menyadari dan memanfaatkan perbedaan tersebut sebagai sebuah kekuatan.

5.  Melupakan Pentingnya Laba

Tujuan utama sebuah organisasi adalah menjaga kelangsungan organisasi tersebut. Untuk tujuan tersebut, perusahaan mestilah meraih laba untuk membiayai kelangsungan tersebut. Seringkali terjadi, di perusahaan masing-masing divisi merasa lebih penting ketimbang divisi yang lain. Hal ini bisa membuat seorang pemimpin tidak fokus dan akhirnya melupakan pentingnya laba.

6. Terpaku Pada Persoalan, Lupa Tujuan

Salah satu alasan mengapa seorang pemimpin tidak efektif adalah karena ia terpaku pada masalah-masalah sederhana, misalnya kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan anak buahnya atau orang lain.

Daripada membuang-buang energi untuk mencari-cari kesalahan orang lain, tentu lebih baik jika seorang pemimpin melakukan pendekatan lain. Misalnya dengan mencari tahu, apa yang mempengaruhi prestasi seseorang.

7. Bersikap Sebagai Sesama, Bukan Pemimpin

Usai jam kantor, banyak pemimpin perusahaan yang ingin bersikap sebagai orang biasa seperti sesama karyawan yang lain. Kemudian esok paginya ia akan bersikap sebagai pemimpin lagi. Banyak karyawan yang tidak bisa menerima sikap seperti itu. Seorang pemimpin memang harus memilih: menjadi pemimpin atau menjadi sesama karyawan. Tidak ada jalan tengah dalam situasi seperti itu.

Alasannya sederhana, kalau tindakan seorang pemimpin terhadap karyawan sembrono, maka sebenarnya ia tidak hanya tidak menghormati karyawannya. Lebih dari itu ia juga telah mengajarkan kepada karyawan untuk tidak menghormati atasannya. Seorang pemimpin tidak boleh terjebak pada perannya sebagai sahabat, atau psikiater. Tugas pemimpin adalah bagaimana mengelola kehidupan sebuah perusahaan.

8. Gagal Menentukan Standar

Banyak pemimpin yang tidak menyukai konsep menentukan standar. Bahkan mungkin mereka ingin menghindari pembicaraan tentang hal itu, karena mereka menilai standar sebagai cara untuk menghukum mereka yang gagal memproduksi atau yang tidak kompromistis.

Orang yang beranggapan demikian sebenarnya tidak memahami salah satu kunci perusahaan yang dikelola dengan baik. Perusahaan memang tidak usah memaksa orang untuk tunduk kepada sederetan panjang peraturan, tetapi ia harus mempunyai sasaran untuk membangun kebanggaan pribadi dan perusahaan.

Mudah-mudahan artikel ini dapat menjadi motivasi berbuat yang terbaik dan bahan otokritik bagi TS sendiri maupun kita semua, karena setiap diri adalah pemimpin yang akan selalu dimintai pertanggungan jawabnya kelak. (thanks to kaskus)

Apa Penyebab Perut Buncit?

Sudah setia dengan makanan-makanan yang dapat membuat pinggang ramping, tetapi perut masih saja buncit. Apa iya, lemak di perut begitu susahnya untuk dibuang?

Jangan langsung menyalahkan lemak di perut karena ternyata ada kesalahan-kesalahan umum yang sering dilupakan orang ketika menjalankan program diet. Kesalahan apa sajakah itu?

Pulang kerja, langsung “parkir” di depan televisi.
Mari kita ingat bersama. Saat sampai di rumah, kita langsung mengambil makanan atau camilan dan menghabiskannya di depan televisi. Tanpa sadar, porsi makan malam yang seharusnya sedikit menjadi hampir sama dengan porsi makan siang.

Sebuah penelitian yang dilakukan University of Oulu menyebutkan, orang yang melakukan kebiasaan itu akan dengan cepat menumpuk 10 persen lemak di perut. Bahkan 10 persen lemak yang bertambah itu ditumpuk hanya dalam jangka waktu 2 jam. Pada orang yang tidak menghabiskan makanan di depan televisi pada malam hari atau yang melakukan olahraga ringan saat iklan televisi tengah berlangsung, mereka berhasil melunturkan lemak perut.

Tak bisa lepas dari olahan tepung terigu.
Bagi yang selalu sarapan dengan roti, mungkin Anda akan sedikit sulit jika harus menggantinya dengan menu sarapan lain. Sebenarnya yang perlu kita ubah hanyalah mengganti roti dari tepung terigu menjadi roti dari gandum utuh. Dengan perubahan bahan baku ini, kita bisa mengurangi 85 gram lemak perut setiap harinya.

Penelitian juga membuktikan, orang yang mengonsumsi olahan gandum lebih sering akan dengan mudah memotong total kalori yang masuk ke dalam tubuhnya. Penelitian ini diumumkan di American Journal of Clinical Nutrition.

Terlalu lama tenggelam dalam stres.
Rasa panik, cemas, takut, atau stres akan menaikkan hormon kortisol. Hormon ini akan memberikan efek domino yang negatif pada tubuh karena kita akan jadi mudah sekali lapar dan metabolisme tubuh bekerja lebih lambat. Alhasil, perut semakin buncit dan lingkar pinggang pun melebar.

Ayo buang stres. Caranya, duduk dengan tenang, tutup kedua mata, dan tarik napas dalam-dalam secara perlahan. Setelah itu, embuskan napas dari mulut kita dalam 8 hitungan. Terus lakukan sampai kita merasa rileks.

“Ngemil” tengah malam.
Saat kita mengalami kesulitan tidur atau terpaksa bergadang, rasa lapar biasanya akan datang menghampiri ketika jam sudah menunjukkan lewat tengah malam. Kita pun melangkahkan kaki ke dapur dan membuka lemari makanan atau kulkas. Tanpa pikir panjang, kita membiarkan tangan memilih makanan seperti cokelat, keripik, atau bahkan mi instan. Jika ini yang terjadi, ya jangan heran jika perut kesulitan untuk tanpa timbunan lemak.

Sebenarnya, kita boleh saja menikmati camilan pada malam hari. Hanya, kita harus memilih makanan yang “aman” bagi perut dan lingkar pinggang. Misalnya kacang almon, susu rendah lemak, atau yoghurt rendah lemak. Camilan-camilan ini akan membuat perut kita kenyang lebih lama dan perut jauh dari tumpukan lemak.

Akan tetapi perlu juga diingat, sebaiknya 2 jam sebelum tidur, kita harus berhenti mengunyah. Setelah itu, matikan lampu dan tutuplah mata. “Tidur dan bangunlah pada pagi hari dengan lebih bersemangat,” saran Janis Jibrin RD, pakar nutrisi yang juga penulis buku The Supermarket Diet.

Lakukan sedikit perubahan dan mulai rasakan bagaimana tiba-tiba perubahan itu membuang tumpukan lemak pada perut kita. (Prevention Indonesia Online/Siagian Priska)

Kunjungi juga :
Blog Motivasi
Blog Kesehatan
Blog Teknologi

Kapan Saat Yang Tepat untuk Beli Rumah?

Sirik rasanya melihat teman yang sudah memiliki rumah sendiri. Tinggal di rumah milik sendiri membuat Anda bebas membuat aturan sendiri. Bahkan orangtua yang kebetulan menginap di rumah Anda pun harus mengikuti aturan Anda. Anda juga jadi merasa tidak lagi “membuang uang” percuma dengan indekos.

Tetapi, sebagai lajang Anda masih berat untuk meninggalkan gaya hidup Anda saat ini. Sepulang kantor bebas jalan-jalan sampai malam (kalau beli rumah di pinggiran Jakarta tentu harus pikir-pikir lagi jika pulang terlalu larut). Anda bebas jajan di luar, ngopi, belanja-belanja, travelling bersama teman-teman, dan lain sebagainya. Jika gaji Anda dipotong untuk cicilan rumah, Anda harus mengorbankan sebagian kecil kesenangan Anda tersebut.

Jadi, kapan sebenarnya waktu tepat untuk membeli rumah? Apakah membeli sekarang merupakan langkah yang tepat? Apakah dengan gaji Anda yang sekarang, Anda mampu membelinya? Bila hal itu yang masih menjadi pertimbangan Anda, beberapa pertanyaan di bawah ini mungkin dapat membantu Anda.

Bagaimana dan dimana hidup Anda beberapa tahun ke depan?
Mungkin saat ini Anda merasa lebih nyaman dengan indekos atau mengontrak rumah ramai-ramai dengan teman. Namun, bayangkan berapa uang yang akan Anda habiskan begitu saja dengan indekos di tempat yang berada di pusat kota. Bandingkan dengan cicilan rumah yang harus Anda bayarkan bila membeli rumah. Bila selisihnya tak begitu besar, lebih baik Anda membeli rumah. Uang kos atau kontrakan itu akan menjadi investasi Anda dalam bentuk rumah. Menunda membeli rumah hanya akan membuat Anda mengeluarkan lebih banyak uang ketika harga rumah sudah naik gila-gilaan.

Bagaimana kondisi keuangan Anda?
Ketika Anda berencana mengambil kredit pemilikan rumah di bank untuk melunasi pembelian rumah, bank tentu akan memeriksa kondisi keuangan Anda. Bank akan meminta slip gaji Anda, juga mencari tahu apakah Anda memiliki utang-utang atau cicilan lain. Intinya, bila Anda berutang ke bank, apakah hal ini akan memengaruhi kondisi keuangan Anda secara keseluruhan? Bank tentu tak ingin Anda mengalami kesulitan mencicil utang Anda.

Kebanyakan bank akan menghitung rasio total utang Anda sebelum mengabulkan permohonan pengajuan utang Anda. Artinya, berapa total kewajiban utang Anda, termasuk utang kartu kredit, cicilan mobil, atau mungkin kredit tanpa agunan Anda. Total utang sebaiknya tidak lebih besar daripada 40 persen gaji kotor Anda sebulan.

Berapa kemampuan Anda?
Ada cara yang mudah dan cepat untuk mengestimasi kemampuan Anda dalam membeli rumah berdasarkan jumlah penghasilan Anda. Kalikan gaji kotor Anda selama satu tahun dengan 3,4. Misalnya gaji Anda Rp 5 juta sebulan, maka setahun gaji Anda Rp 60 juta. Jika dikalikan 3,4, maka Anda bisa membeli rumah seharga Rp 204 juta. Beberapa pakar keuangan juga menyarankan, sebaiknya Anda tidak membayar lebih dari 32 persen gaji kotor selama sebulan untuk cicilan rumah. Anda juga masih harus membayar down payment, yang besarnya nanti akan memengaruhi besaran cicilan Anda tiap bulan.

Hitung juga maintenance rumah
Membeli rumah artinya Anda bertanggung jawab dengan semua biaya pemeliharaan atau perawatannya. Kemudian, meskipun rumah tersebut tidak langsung Anda tinggali, Anda tetap harus membayar iuran-iuran kan? Misalnya iuran sampah, iuran keamanan, dan sebagainya. Bersiaplah untuk membayar sekitar 3 persen setahun (dari harga rumah) untuk biaya pemeliharaan untuk rumah yang baru, dan tingkatkan jumlah tersebut hingga 5 persen jika Anda membeli rumah bekas.

Dapatkah Anda menutup semua biaya pembeliannya?
Ada beberapa komponen biaya yang harus Anda tanggung ketika membeli rumah. Selain membayar harga rumahnya, Anda juga harus membayar PPN (10 persen dari harga pokok rumah), biaya pengurusan surat-surat tanah (seperti Hak Guna Bangunan atau Hak Milik), biaya notaris, biaya administrasi bank, dan mungkin juga biaya survei lokasi. Setelah rumah dibeli, Anda masih butuh biaya untuk pindahan, instalasi listrik (jika misalnya Anda ingin menambah daya), perabotan, dan hal-hal kecil lain yang ternyata tak sedikit jumlahnya.

Saat membeli rumah, kondisi keuangan Anda pasti terpengaruh. Mungkin dalam bulan-bulan bahkan tahun pertama Anda akan sulit menyisihkan uang untuk hura-hura lagi. Tetapi, jangan bayangkan berapa gaji Anda yang terkuras untuk membayar cicilan rumah. Bayangkan nikmatnya memiliki rumah sendiri. Adakah yang lebih membanggakan daripada itu?

Kunjungi juga :
Blog Motivasi
Blog Kesehatan
Blog Teknologi

Cara Minta Naik Gaji

Setelah sekian lama bekerja dan merasa telah berkontribusi maksimal dan berjasa pada perusahaan, Anda pasti memiliki keinginan untuk meminta kenaikan gaji. Jika Anda memang merasa patut menerima kenaikan gaji, tak perlu takut mengajukannya.

Namun sebelum mengajukan permohonan kenaikan gaji, Anda wajib melakukan evaluasi atas kinerja yang telah Anda lakukan selama ini untuk perusahaan. Yakinkan diri apakah Anda benar-benar berhak mengajukan kenaikan gaji. Jangan hanya dilandasi tujuan material semata karena iri melihat teman sejawat memiliki gaji yang lebih tinggi daripada Anda. Bila kinerja Anda buruk tapi Anda tetap mengajukan permohonan kenaikan gaji, Anda justru akan dinilai sebagai orang yang tidak realistis. Intinya, lakukan kewajiban Anda kepada perusahaan (bekerja maksimal), baru Anda bisa menuntut hak Anda (salah satunya kenaikan gaji).

Saat yang tepat untuk meminta kenaikan gaji adalah pada saat perusahaan dalam keadaan baik dan performa kerja Anda juga sangat memuaskan. Misalnya, Anda baru saaj menyelesaikan proyek dengan sukses, mendatangkan keuntungan yang cukup besar bagi perusahaan. Selain itu, Anda dapat mengajukan kenaikan gaji saat Anda mendapatkan tambahan beban kerja yang signifikan dan berkelanjutan. Untuk mengajukan permohonan kenaikan gaji, Anda harus memiliki kinerja yang maksimal dan membuktikan kesetiaan Anda pada perusahaan.

Langkah meminta kenaikan gaji
Berikut adalah tips dari Novie Espiritu, konsultan senior dari AAJ Executive Search, soal prosedur yang sopan untuk meminta kenaikan gaji:

* Pembicaraan soal permohonan kenaikan gaji harus langsung Anda ajukan pada atasan Anda, bisa tatap muka atau lewat surat elektronik. Sebelumnya, Anda harus membuat janji untuk pertemuan tersebut. Pertemuan ini sebaiknya juga dihadiri oleh penyelia tepat di atas Anda, dan pihak personalia.

* Sebelumnya, cari informasi, data, atau survei sebanyak-banyaknya mengenai gaji untuk posisi dan masa kerja yang sama dengan Anda di beberapa perusahaan yang selevel dengan perusahaan tempat Anda bekerja. Bila ternyata gaji Anda saat ini di atas rata-rata harga pasar, agak sulit rasanya meminta kenaikan gaji.

* Gali informasi dan pengalaman teman atau orang di sekitar Anda yang telah berhasil mengajukan kenaikan gaji.

*Berikan alasan yang bisa diterima dan dapat membuktikan bahwa diri kita memiliki performa yang baik selama ini. Sebaiknya Anda menjelaskan bahwa kenaikan gaji yang Anda ajukan tidak semata-mata karena tujuan materi. Yakinkan atasan Anda bahwa permohonan itu akan mendukung performa Anda yang semula telah baik menjadi lebih baik lagi.

* Buat daftar proyek-proyek yang berhasil Anda kerjakan dengan hasil yang memuaskan. Buat pula rincian pengeluaran Anda yang menunjang pekerjaan Anda, bila Anda merasa gaji Anda sebagian besar hanya dikeluarkan untuk keperluan perusahaan. Susun semua data itu menjadi berkas laporan yang rapi.

* Saat pertemuan itu tiba, arahkan pembicaraan langsung pada tujuan awal Anda, yaitu memohon kenaikan gaji. Tak perlu bertele-tele. Bicaralah dengan sopan dan jelas. Jangan bicara dengan nada mengancam atau memohon berlebihan, apalagi menangis. Bila ternyata permohonan Anda tidak dipenuhi, terimalah keputusan tersebut dengan profesional.

Kunjungi juga :
Blog Motivasi
Blog Kesehatan
Blog Teknologi

Apakah Saya Seorang Pemimpin?

Di dalam setiap perusahaan ada direktur, manager, dan leader, merekalah yang akan memimpin perusahaan ini mejadi perusahaan besar atau sebaliknya. Menjadi seorang pemimpin tidak semudah yang Anda bayangkan. Mereka bukan hanya harus bisa mengatur bawahannnya agar mengerjakan tugas yang telah diberikan, tapi juga harus bisa menjadi contoh yang baik bagi seluruh karyawan.

Di bawah ini adalah sikap yang harus dilakukan oleh setiap pemimpin.

Menerima Masukan dari Bawahnnya

Sebagai seorang pemimpin bukan berarti dia adalah yang sempurna di perusahaan tersebut, karena pada hakikatnya tidak ada manusia yang sempurna termasuk seorang pemimpin. Pemimpin juga membutuhkan masukan dari setiap bawahnya untuk mengembangkan perusahaan tersebut. So terbukalah dengan masukan yang diberikan kepada Anda.

Menjadi Sahabat Bagi Bawahan

Buang anggapan bahwa seorang pemimpin tidak boleh bersahabat dengan bawahnnya. Seorang pemimpin harus bisa menjadi sahabat untuk bawahnnya, ketika Anda dapat menjadi sahabat bagi bawahan Anda maka hubungan Anda dengan mereka akan semakin kuat dan solid. Tumbuhkanlah rasa persahabatan dengan mereka. Jangan menganggap mereka sebagai orang yang hanya bekerja kepada Anda dan Anda menggaji mereka. Anggaplah mereka juga sebagai sahabat Anda.

Tegas dan Wibawa

Seorang pemimpin harus mempunyai sikap tegas kepada bawahannya, agar bawahan Anda bisa menghargai semua perintah dari Anda. Tanpa sikap yang tegas, Bawahan Anda tidak akan menghormati dan mematuhi perintah yang Anda berikan. Latihlah terus wibawa Anda agar Anda menjadi pemimpin yang kuat.

Adil / Bijaksana

Ketika Anda menghadapi sebuah konfrontasi dalam organisasi Anda bersikaplah adil dan bijaksana. Coba untuk mendengarkan semua penjelasan dari berbagai pihak. Analisalah penjelasan mereka, setelah itu barulah Anda putuskan. Dengan bersikap adil dan bijaksana maka tidak akan ada kesenjangan dalam organisasi Anda.

Introspeksi Diri & Diskusi

Semua pemimpin pernah mengalami kesalahan dan seorang pemimpin harus belajar dari kesalahan tersebut agar tidak terulang lagi. Yang harus dilakukan agar tidak terulang kesalahan yang sama, maka lakukanlah diskusi dengan team Anda. Karena dengan berdiskusi, Anda akan menemukan kunci dari permasalahan tersebut dan bagaimana cara menyelesaikannnya. Ingat kepemimpinan adalah kerja tim, jika Anda kerja sendiri maka kepemimpinan Anda hanya akan bertahan beberapa waktu saja.

Remember! Seorang pemimpin adalah orang biasa dengan tekad yang luar biasa.

Kunjungi juga :
Blog Motivasi
Blog Kesehatan
Blog Teknologi