Self Esteem atau Penilaian Terhadap Diri Sendiri

Dalam berkarir dan menjalani rotasi kehidupan sering kali kita mendengar kata self esteem , yaa self esteem sangat mempengaruhi akan kesuksesan seseorang. Bagaimana kita sebagai profesional memandang self estem pada diri kita ? Mungkin bagi sebagian kaum awam masih belum mengerti akan fungsi self esteem dan pengertian self esteem.

Self esteem merupakan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri, baik berupa penilaian negatif maupun penilaian positif yang akhirnya menghasilkan perasaan yang membawa kepercayaan diri dalam mejalani kehidupan.

5 tips dalam meningkatkan self esteem:

Tentu saja dalam diri kita memiliki self esteem yang positif. Dan dalam karir, hal demikian akan sangat membantu. Sebab dengan memandang diri secara positif, kita akan semakin percaya diri. Itulah karenanya kita harus berupaya meningkatkan self-esteem. Tentunya dengan tetap memproposional sehingga tidak terkena seindrom over confidence yang justru malah sering merugikan diri kita. Read more of this post

Kepribadian dan Karir

Seperti apakah kepribadian Anda? Apakah kepribadian Anda cocok dan nyaman dengan pekerjaan yang kini tengah Anda jalani? Kalau belum, dalami kepribadian Anda agar bisa mendapatkan karir yang tepat.

Selain keterampilan yang dimiliki, kepribadian ternyata juga bisa dijadikan ukuran untuk memilih karir yang tepat. Menurut teori psikologi yang ada dan sudah diterima di kalangan luas, ada 6 tipe kepribadian manusia yang bisa dijadikan ukuran untuk menentukan bagaimana sebaiknya orang tersebut mencari pekerjaan yang tepat untuknya. Berikut 6 tipe kepribadian tersebut beserta saran para ahli untuk pekerjaan yang tepat untuknya.

1. Pekerja
Tipe seperti ini adalah tipe orang yang puas jika berhasil menyelesaikan pekerjaannya. Mereka suka kegiatan fisik dan bekerja dengan tangannya. Karena tipe pekerja adalah orang yang termotivasi jika mendapatkan pujian. Orang dengan tipe ini menetapkan target per hari atau per minggu, misalnya dengan membuat target menyelesaikan tiga pekerjaan per hari.

2. Pemikir
Mereka adalah orang yang selalu penasaran dengan apa yang terjadi di dunia. Mereka adalah orang yang senang menganalisis dan menggunakan berbagai metode untuk memecahkan masalah. Gunakan rasa keingintahuan dan daya analisis tersebut untuk mencari perusahaan dan posisi yang baik bagi masa depan Anda.

3. Persuader
Mereka adalah orang-orang yang senang berbincang dan memengaruhi orang lain. Karena itulah, penampilan mereka tampak percaya diri dan memiliki kualitas sebagai seorang pemimpin. Orang-orang seperti ini, pandai mencari celah dan mampu mendapatkan pekerjaan yang terbaik. Mereka bisa menjual kelebihan mereka saat sedang melakukan networking atau wawancara kerja.

4. Koordinator
Mereka adalah orang yang peduli terhadap detail. Mereka senang mengorganisasi dan ingin semua hal berjalan dengan lancar. Karena mereka adalah orang yang mampu mengumpulkan semua elemen hingga menjadi sebuah sistem yang berjalan efektif, elemen-elemen atau orang-orang yang bekerja di bawah panduannya ialah harta tak ternilai. Jalin kerja sama yang baik dengan orang-orang itu karena mereka adalah jalan bagi perkembangan karir atau bisnis bagi tipe koordinator.

5. Kreator
Mereka adalah orang-orang dengan pemikiran yang orisinal, kreatif, dan mudah menyesuaikan diri. Mereka juga senang berpikir “out of the box”. Gunakan kelebihan beradaptasi saat mencari pekerjaan. Jangan ragu mencari pekerjaan di luar latar belakang pendidikan atau pekerjaan yang sama sekali baru karena pekerjaan baru tersebut bisa jadi akan membuat pikiran Anda semakin kreatif.

6. Penolong
Mereka adalah orang yang punya jiwa sosial tinggi, senang membantu orang lain, dan senang memberi saran bagi kebaikan orang lain. Mereka punya tingkat kesabaran yang tinggi dan senang menolong orang lain demi kenyamanan dan kebutuhan orang tersebut. Kebaikan dan ketulusan tersebut akan menarik simpati banyak orang dan bisa menjadi pintu bagi kesuksesan seorang bertipe PENOLONG

Kunjungi juga :
Blog Motivasi
Blog Kesehatan
Blog Teknologi

PILIH KARIR ATAU WIRAUSAHA?

Setiap orang pasti memiliki rencana dalam hidupnya. Salah satunya, bagaimana ia akan menikmati hari tua kelak. Alternatif yang bisa dipilih? dengan mengumpulkan cukup simpanan dana pensiun atau memiliki usaha sendiri ketika masih pada usia produktif. Mana yang lebih tepat? Berikut kiat dari Eko Endarto RFA, perencana keuangan dari Finansial Consulting, agar tidak terjerumus pada keputusan yang kurang tepat sebelum memutuskan mengakhiri karier dan memulai usaha sendiri.

Baca peluang
Pada dasarnya yang dilihat dari sebuah pilihan berkarier atau wirausaha bukan sekadar peluang. Peluang itu akan selalu ada. Namun, yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah peluang itu bisa menjadi prospek yang bagus untuk masa depan kita? Pahami jika ini sudah melewati pertimbangan yang matang. Semua pilihan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Cara terbaik untuk mengetahui pilihan yang tepat adalah dengan membuat pertimbangan peluang yang bisa memberikan prospek bagus bagi diri kita ke depan. Bila prospeknya bagus dan hal itu bisa terjadi, maka apa pun pilihannya takkan jadi masalah.

Bisa kapan saja
Pilihan berwirausaha sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Apakah ketika masih di usia produktif, atau ketika sudah memasuki masa pensiun. Prinsipnya, bila merasa pilihan dan peluang yang diberikan bisa mendatangkan prospek bagus, maka mengapa tidak? Prospek yang baik ini bukan hanya dilihat dari kekayaan atau kesejahteraan yang bisa dicapai, melainkan juga memberikan aktualisasi diri.

Mengenai penentuan kapan berwirausaha dapat dimulai, lebih cepat dimulai tentu lebih baik.

Ingat, wirausaha adalah sebuah proses, bukan seperti bekerja dan menerima gaji secara langsung setelah 1 bulan kita menerima pekerjaan. Hasilnya baru akan dipetik setelah usaha membuahkan hasil dan kedatangan keberhasilan itu tidak dapat diprediksi; bisa cepat, bisa juga lambat; tergantung bagaimana seseorang menjalani proses tersebut.

Kesungguhan dan disiplin Read more of this post

GO TO NEXT LEVEL

Apakah Anda sudah puas dengan karir Anda sekarang ini? Apakah Anda ingin mencapai peningkatan yang lebih tinggi baik didalam prestasi Anda maupun dalam gaji yang Anda ingin terima ? Bila jawaban Anda adalah YA, berpikir & bertindaklah dalam “Next Level Mindset”. Berikut ini ada 10 tips bagaimana Anda berpikir & bertindak menuju NEXT LEVEL karir Anda.

1. Ciptakan “Peta Perjalanan” karir Anda

Renungkan kembali, kemana Anda sudah melangkah? Pikirkan dan tentukan kemana langkah Anda 10 tahun, 20 tahun atau 30 ke depan. Tuliskan apa yang Anda pikirkan disecarik kertas. Kemudian tulis ulang seluruh “puzzle” ( potongan informasi ) yang telah ditulis, ke dalam sebuah peta perjalanan hidup Anda. Buatlah serinci mungkin.

2. “Facelift” CV Anda

Tulis ulang resume atau CV Anda, percantik dengan berbagai prestasi yang telah Anda capai 12 bulan terakhir ini. Beri penekanan yang spesifik dan detil tentang apa saja yang telah Anda capai dan bagaimana hal itu berpengaruh terhadap perusahaan tempat Anda bekerja sekarang. Bila perlu, hasil tulis ulang resume Anda, berikan copy-nya kepada sahabat atau kolega ( di luar perusahaan yang sudah pasti ). Minta mereka berikan komentar dan masukan untuk perbaikan.

3. Menabung keterampilan baru terus menerus

Jangan pernah berhenti belajar hal-hal baru. Selalu buat target, berapa banyak keterampilan baru yang Anda ingin tambah setiap tahunnya. Ingat, aset Anda dalam bekerja adalah “keterampilan yang Anda jual”. Semakin tinggi kualitas Anda, semakin mahal harga Anda. Gunakan berbagai kesempatan dan berbagai cara untuk selalu belajar – belajar – belajar!

4. Tunjukan prestasi Anda

Bila Anda berharap mendapatkan promosi, secara teratur informasikan pencapaian prestasi Anda pada atasan / perusahaan. Jelaskan dengan data konkrit, berapa besar kontribusi Anda tahun ini dan sejauh mana dampak positifnya bagi perusahaan. SELALU GUNAKAN KUANTITATIF dalam menjelaskan prestasi Anda. Misalnya, saya sudah mampu mengurangi tingkat kesalahan produksi dari 3% per bulan menjadi 1% per bulan. Saya sudah mampu memproses setiap proposal dari deadline 3 hari menjadi 1 ½ hari per proposal. Orang akan lebih terkesan dengan prestasi Anda bila ditulis dalam bentuk angka.

5. Ambil berbagai kursus & koleksi sertifikat kompentensi Anda

Rajin-rajin ikuti berbagai seminar, lokakarya atau kursus yang akan memperkaya kompentensi Anda. Misalnya ikutlah seminar “Tehnik Bernegosiasi” atau “Tehnik Presentasi Efektif”. Anda tidak hanya saja akan menambah koleksi keterampilan Anda, tetapi sekaligas akan mempercantik resume Anda dengan berbagai sertifikasi yang Anda raih. Jangan tunggu perusahaan yang membiayai Anda, investasikan sebagian uang Anda untuk masa depan dengan mengikuti berbagai kursus.

6. Banyak bertanya

Banyak bertanya kepada orang-orang yang sudah lebih berpengalaman atau orang yang posisinya sudah jauh lebih tinggi dari Anda. Dengarkan “success story” mereka. Dapatkan berbagai nasihat dan tips yang berharga. Catat semua apa yang Anda dengar. Lalu mulai contoh langkah-langkah mereka .

7. Ciptakan “Keunikan” Anda

Pikirkan & tuliskan, keahlian dan keunikan apa yang Anda miliki, di mana orang-orang yang selevel Anda tidak miliki? Misalnya: saya pandai bernegosiasi, saya pandai memecahkan masalah, saya terampil dalam meyakinkan orang lain, saya mampu membangun team kerja yang kuat, saya memiliki cara berpikir konseptual yang tinggi.

Buatlah daftar bagi diri Anda . Bila Anda belum memiliki berbagai keunikan ini, maka pikirkanlah, keunikan apa yang Anda mau ciptakan dikemudian hari. Dan kapan harus tercapai? Keunikan apa yang ingin Anda bangun 1, 2 atau 3 tahun kedepan? Tujuh tips diatas akan menolong Anda “go-to-next level” dalam karir maupun kompensasi.

10 CARA UPDATE KUALITAS

Salah satu kunci sukses berkarier adalah jangan pernah membiarkan diri stagnan. Anda harus punya motivasi dan keyakinan dan untuk maju. Namun, tak cuma motivasi Anda juga harus punya skill untuk memadai. Ini tak hanya didiamkan begitu saja, Anda harus mengatur dan meningkatkan kemampuan Anda secara efektif. Upgrade kemampuan atau skill akan membuka kesempatan lebih besar untuk meraih posisi puncak, juga akan menjaga Anda terdepak akibat persaingan di kantor.

Intinya, jangan cepat puas dan carilah cara untuk meningkatkan kualitas profesionalisme. Tak ada yang akan menikmati hasulnya selain diri sendiri, kok. Nah, berikut adalah beberapa trik untuk upgrade skill Anda:

1. Nilailah diri sendiri
Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya Anda mengawalinya dengan menilai kinerja diri. Penilaian harus obyektif dan realistis. Jika Anda merasa kinerja Anda belum maksimal, nilailah seperti itu. Ambillah kertas, kemudian tuliskan poin-poin tugas apa saja yang Anda hadapi di kantor. Lalu, tanyakan pada diri Anda, seberapa jauh mampu menangani poin-poin tersebut.

Misalnya, jika Anda seorang supervisor IT, tanyakan seberapa cepat Anda mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ada saat ini? Tanyakah juga apakah Anda menikmati tugas-tugas tersebut. Daftar singkat ini akan membantu Anda memperoleh gambaran utuh mengenai kinerja Anda sendiri. Setelah diperoleh gambaran utuh, Anda bisa memutuskan aspek mana yang sudah Anda kuasai, dan aspek mana yang perlu ditingkatkan.

2. Terus belajar
Pahamilah bahwa karier profesional merupakan sebuah proses di mana Anda memiliki kesempatan untuk mengikutinya terus menerus. Jadi, gunakan kesempatan ini untuk menguasai kemampuan profesional. Kerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, ikuti aturannya, cari tahu kelebihan dan kelemahan proses yang Anda ikuti, dan seterusnya. Dengan demikian, Anda akan mampu menjalankan semua tugas Anda dengan baik, saat ini dan di masa datang.

3. Be responsible
Meskipun berada dalam naungan sebuah perusahaan, Anda yang akan menentukan karier. Jadi, bertanggungjawablah dan pastikan bahwa Anda mengambil semua peluang untuk meningkatkan skill profesional Anda. Memperoleh tawaran untuk mengikuti training, seminar, atau keanggotaan sebuah asosiasi profesional? Tak perlu ragu untuk ikut dan bergabung karena skill pun akan semakin jaya.

4. Jaga kinerja
Selain bertanggungjawab, Anda juga harus menerapkan standar pribadi di dalam mengerjakan tugas profesional Anda. Standar inilah yang akan menentukan kualitas kerja. Di sisi lain, kinerja inilah yang akan menjadi dasar kenaikan jabatan atau promosi. Jadi, jangan segan bertanya kepada atasan. Jika memang merasa perlu, mintalah job atau tugas baru yang menurut Anda menantang. Namun, jangan asal meminta penugasan. Ukur kemampuan dan yakin bahwa Anda memang mampu menerima tugas.

5. Jaga hubungan kerja

Meski tampaknya tak terkait langsung dengan skill, menjaga hubungan kerja dengan semua level merupakan salah satu strategi penting untuk mengembangkan kemampuan. Berusahalah agar mampu bekerja dalam tim secara efektif. Gunakan semua contoh dan teori profesional yang Anda punya untuk meningkatkan kinerja. Jika memungkinkan, jadikan diri Anda sebagai salah satu contoh bagi rekan kerja.

6. Ciptakan jaringan
Sisihkan dulu urusan kantor. Kini, saatnya untuk bersosialisasi dan menciptakan jaringan di luar kantor. Anda bisa bergabung dengan komunitas profesional di luar posisi karier, namun tetapi bisa meningkatkan kualitas kinerja Anda. Contohnya, jika Anda seorang akuntan, tak ada salahnya bergabung dengan komunitas bursa. Yakinlah, ilmu dan jaringan yang Anda peroleh dan bina di komunitas itu akan sangat membantu karier di kemudian hari.

7. Carilah mentor
Cara terbaik menguasai sebuah bidang adalah belajar dari ahlinya. Jadi, jangan ragu untuk mencari mentor atau guru. Tentu, bukan dalam arti harfiah. Anda bisa, kok, misalnya “berguru” kepada penulis favorit Anda melalui buku-buku karyanya. Secara tak langsung, Anda akan menguasai ilmu Sang Ahli tersebut dan kemudian Anda terapkan dalam tugas sehari-hari. Tapi, bisa juga Anda langsung meminta petunjuk dari ahli yang Anda kenal. Yang penting, Anda yakin bahwa “guru” Anda ini memang ahli dan sudah memiliki pengalaman di bidangnya.

Kalau perlu, carilah mentor sebanyak-banyaknya. Semakin banyak mentor, semakin banyak ilmu yang bisa diserap, sehingga ketika dihadapkan pada suatu persoalan kerja, Anda memiliki banyak solusinya.

8. Siapkan masa depan
Selalulah bertanya, “Apa yang akan terjadi besok? Bagaimana mengatasinya?” Salah satu ciri pemenang adalah selalu selangkah di depan lebih dulu ketimbang kompetitornya. Ketika kompetitor tengah asyik bergulat dengan persoalan hari ini, Anda sudah mencari solusi untuk persoalan yang muncul esok hari. Cobalah berlatih membiasakan diri untuk berada selangkah di depan. Dijamin, Anda akan menikmati hasilnya lebih cepat dari yang Anda perkirakan.

9. Asah terus skill Anda
Dewasa ini banyak sekali tawaran pelatihan atau kursus singkat untuk semua bidang profesi, dari mulai pelatihan soal keuangan perusahaan, pelatihan program komputer, pelatihan leadership, dan sebagainya. Nah, seperti halnya poin ke-2 di atas, jangan ragu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, sekalipun tak berkait langsung dengan posisi Anda. Jangan takut untuk mengikuti tes uji kemampuan. Biasanya ketakutan dan keraguan muncul ketika Anda belum melangkah. Begitu melangkah, Anda pasti mampu mengatasi keragu-raguan tadi dengan segera. Pengayaan skill ini sudah pasti akan menjadi poin tersendiri dalam menjalani karier Anda.

10. Jangan lupakan teknologi
Ada banyak sekali situs atau jaringan sosial yang bisa Anda buka dan membantu meningkatkan skill Anda. Cara paling mudah adalah mencarinya di Google. Anda juga bisa bergabung dengan komunitas-komunitas di Facebook atau Twitter. Jika Anda tertarik untuk meningkatkan kemampuan negosiasi, Anda bisa misalnya, “berteman” dengan jago marketing, jika Anda berniat mempelajari program komputer, Anda bisa bergabung dengan komunitas programmer komputer, dan sebagainya.

(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)

PERSAHABATAN NAKODOK DAN NAKULAR

Tersebutlah di sebuah rawa, tinggal berseberangan keluarga ular dan kodok. Masing-masing mempunyai anak yang diberi nama Nakular dan Nakodok. Suatu hari, secara tidak sengaja mereka bertemu untuk pertama kalinya.

“Hai, kamu ini siapa? Kok badanmu panjang?” tanya Nakodok kepada Nakular.

“Hai juga. Memang beginilah keluarga kami, panjang dan licin. Namaku Nakular. Kamu siapa? Kenapa badanmu bulat begitu, dan, eh, kamu kok tidak punya ekor?”

“Namaku Nakodok. Memang beginilah keluarga kami, perut buncit, Read more of this post

ALASAN PINDAH KERJA

Banyak alasan untuk pindah kerja, tetapi hanya ada 7 alasan yang tepat untuk merealisasikannya. Coba cek lagi apakah ke-7 alasan ini Anda miliki?

1. Uh, Bosan
Bekerja bertahun-tahun mengurusi hal yang sama memang mengundang kebosanan. Awalnya mungkin senang, tapi apabila dari hari ke hari yang Anda kerjakan itu-itu saja, ya jenuh juga. Bosan memang merupakan “penyakit utama” bagi banyak pekerja. Rasa bosan Anda masih bisa diobati dengan cuci mata, cuti, atau liburan beberapa hari. Namun, apabila Anda telah mengidap rasa bosan yang kronis sehingga membuat Anda tidak produktif dan tidak pernah mencapai kepuasan bekerja, ini bisa menjadi tanda untuk melirik tempat lain. Read more of this post

TIPS MENSIKAPI KRITIK

Akhir-akhir ini kan lagi marak-maraknya debat antar Capres dan Pendukung Capres, banyak yang dikritik dan banyak juga yang cumea mengkritik. Nah, Buat yang sering dikririk saya punya tips mensikapi kritik.

Tak ada orang yang senang menerima kritik. Bagaimana pun hebatnya seseorang, ia pasti tak akan kebal dari kritik. Pertama, karena tak ada manusia yang sempurna dan luput dari kesalahan. Kedua, banyak orang yang senang mengkritik, meskipun mereka tahu dikritik itu tidak enak. Memang tidak semua kritik itu benar. Namun, bagaimana anda mensikapi kritik sebenarnya dapat mendorong perbaikan bagi kepribadian anda.

–Tahan diri anda dari amarah.
Marah adalah signal alami yang mengatakan bahwa anda sedang dikritik. Yakinlah setiap orang memang berhak mengutarakan pendapatnya. Biarpun wajah anda merah padam, usahakan agar tidak marah. Bila anda tidak lulus di langkah ini, maka langkah-langkah berikutnya hampir mustahil berguna bagi anda.
Read more of this post

SEMANGKUK MIE PANAS

dikirim melalui email

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” “Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu.
Read more of this post

BAKAT YANG TERSIA-SIAKAN

Akhirnya, orang tua itu harus meninggal dunia. Kini ia tergeletak di tempat tidurnya, sendirian. Ketika ia terjaga, ia melihat begitu banyak bayangan orang berdiri mengelilingi tempat tidurnya. Wajah mereka tampak menyenangkan namun sedih. Orang tua itu merasa keheranan. Ia tersenyum lemah dan berbisik, “Oh, kalian pasti teman-teman dari masa mudaku dulu yang datang untuk menyampaikan kata perpisahan. Oh, betapa bahagianya aku.”

Sesosok bayangan mendekati dan merengkuh tangan orang tua itu. Ia menjawab, “Tentu saja, kami adalah sahabat-sahabat karib yang telah menemanimu sejak lama. Kami adalah harapan dan impian yang tak kau wujudkan dalam hidupmu. Meski kau merasakannya jauh di dalam hati sanubarimu, kau tak pernah berusaha untuk mengupayakannya. Kami adalah bakat-bakat unik yang dianugerahkan padamu, namun tidak pernah kau asah dan kau gunakan. Kami adalah hadiah yang tak pernah kau temukan. Teman tua, kami datang bukan untuk menghiburmu, tetapi kami datang untuk mati bersama-samamu.”

Pojok Renungan : Jangan biarkan seluruh bakat yang dianugerahkan pada kita tersia-siakan begitu saja. Mari, kita gali dan persembahkan untuk hidup dan kebahagiaan kehidupan kita semua.

MENJADI ANGGOTA TIM YANG POSITIF

Mike Pegg

Kalau semua tim memiliki kemampuan sama, maka tim yang memiliki sikap paling baiklah yang akan memperoleh hasil terbaik. Sikap itu terbentuk dari orang-orang yang tergabung dalam tim tersebut. Berikut ini ada sepuluh langkah yang dapat anda lakukan untuk menjadi seorang anggota tim yang baik.

–Pastikan anda ingin bekerja dalam sebuah tim.

Tanyakan pada diri sendiri, apakah anda benar-benar ingin menjadi anggota sebuah tim. Ada orang yang lebih suka bekerja bagi dirinya sendiri, ada yang lebih suka menjadi pemimpin, dan ada yang memilih bekerja dalam suatu tim. Sebelum anda dapat menjadi seorang anggota tim yang positif, yakinkan bahwa anda benar-benar ingin bekerja sebagai anggota sebuah tim.
Read more of this post