Tunjukan Diri Saat Meeting

Bagi sebagian orang, rapat adalah momen mengerikan yang selalu ingin dihindari. Namun sebenarnya, rapat justru ajang yang paling tepat untuk menunjukkan potensi, belajar dan mengembangkan diri. “Di sinilah kita dapat belajar cara menganalisis masalah. Rapat juga membuat kita bisa mempelajari cara berpikir orang lain, termasuk yang lebih senior,” demikian alasan Rudy Arief, psikolog.

Rapat menjadi suatu hal yang penting dan tak boleh dilewatkan, karena tujuannya adalah untuk kemajuan perusahaan. Umumnya, dalam sebuah rapat dibahas evaluasi tentang kinerja yang telah dilakukan, analisis kekurangan dan kelemahan, strategi perencanaan, dan lain sebagainya. Untuk itu dibutuhkan ide dan pemikiran seputar langkah yang akan diambil oleh perusahaan, baik untuk jangka panjang ataupun jangka pendek. Read more of this post

Advertisements

Kesalahan Fatal Seorang Pemimpin

Kekeliruan PEMIMPIN Yang FATAL

Kekeliruan PEMIMPIN Yang FATAL

Kesuksesan sebuah usaha bisa dilacak dari pemimpinnya. Edwin H. Friedman mengatakan, “Kepemimpinan bisa dianggap sebagai kapasitas untuk menentukan diri sendiri dengan orang lain, dengan cara yang jelas dan memperluas visi masa depan.” Penting untuk mengenali apa yang positif dan efektif di masing-masing pemimpin, tapi juga penting untuk menyadari hambatan yang mungkin dihadapi. Kepemimpinan yang sukses berkembang dari waktu ke waktu, dan hanya bisa ditingkatkan dengan pengetahuaun bagaimana mendiagnosa dan memperlakukan pemimpin.

Setiap pemimpin yang berpandangan ke depan semestinya memahami bahwa sumber daya yang tak ternilai dalam setiap perusahaan adalah potensi manusianya. Sebagai pemimpin, ia bertanggung-jawab untuk mengembangkan bakat yang sangat luas tersebut. Sebegitu pentingnya unsur sumber daya manusia, seorang eksekutif puncak di sebuah perusahaan besar di Amerika pernah berujar: “Ambilah semua harta saya, asal bukan organisasinya. Maka dalam lima tahun kedepan saya akan bisa memperoleh semuanya kembali.”

Masalahnya, tidak semua pemimpin mampu mengelola perusahaannya dengan benar. Menurut catatan Steven Brown yang telah bertahun-tahun bertugas sebagai konsultan, setidaknya ada beberapa kesalahan fatal yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Kesalahan tersebut adalah:

1. Gagal Mengembangkan Orang

Salah satu tujuan utama manajemen adalah kelangsungan bisnis itu sendiri, meski ada perubahan waktu dan orang-orang yang mengelolanya. Itu artinya, jika suatu saat perusahaan yang anda bangun akhirnya menjadi runtuh setelah anda tinggalkan, maka anda layak merasa bersalah dan gagal dalam mengembangkan estafet kepemimpinan.

Sering terjadi, karena berbagai alasan, tidak percaya kemampuan seseorang, misalnya seorang pemimpin merasa perlu melakukan segala sesuatunya sendiri. Tidak ada pelimpahan wewenang dan kekuasaan. Akibatnya, selain disibukkan oleh urusan yang sebenarnya tidak perlu, pemimpin tadi secara tidak sadar telah melewatkan kesempatan untuk menciptakan kader-kader pemimpin baru.

Jika anda ragu mengenai perlunya membangun people sekuat mungkin, berikut bisa menjadi gambaran. Seseorang memulai sebuah usaha, dan usaha itu terus bertahan selama ia masih bekerja. Lalu, perusahaan itu perlahan-lahan lenyap setelah para penggantinya menggantikan selama kurang lebih setengah jangka waktu kerja suatu generasi.

2. Mengendalikan Hasil, Bukan Mengendalikan Cara

Cara berpikir seseorang tentu berbeda-beda. Ini pula yang menjadi sebab mengapa beberapa orang bisa lebih produktif ketimbang yang lain. Kebanyakan pemimpin sering memukul rata mengenai unjuk kerja karyawannya. Terlebih lagi untuk pekerjaan-pekerjaan yang sangat mudah terlihat hasilnya, seperti bidang penjualan.

Padahal setiap karyawan, seperti tadi sudah disinggung memiliki cara pandang dan perasaan yang berbeda-beda untuk suatu masalah. Karena itu untuk menghindari persepsi yang keliru itu, seorang pemimpin mesti melihat dalam sebuah kerangka rangkaian yang utuh, yakni melalui pikiran, perasaan atau akal budi, kegiatan dan lama-lama menjadi kebiasaan, lalu memberikan hasil. Jika rangkaian tersebut dipergunakan, maka pemimpin akan dengan mudah melakukan perubahan drastis dalam membangun produktifitas karyawan.

3. Bergabung dengan Kelompok yang Keliru

Poin utama pada masalah ini adalah bagaimana seorang pemimpin mengembangkan sikap, terutama tentang kesetiaan. Seorang pemimpin sering dijadikan sebagai pejuang bagi orang-orang yang melawan kebijakan, tujuan dan sasaran perusahaan.

Jika hal itu terjadi, anda harus menolak sekalipun yang mengajak anda adalah seorang pemimpin sejawat anda atau sekumpulan beberapa karyawan.

4. Seragam dalam Mengelola Orang

Pemimpin yang mengelola anak buahnya dengan cara yang sama atau satu teknik saja, seringkali mengalami kekecewaan. Pemimpin yang baik mestinya peka terhadap perbedaan dan kepribadian masing-masing staf.

Oleh karena itu, pemimpin harus menyadari dan memanfaatkan perbedaan tersebut sebagai sebuah kekuatan.

5.  Melupakan Pentingnya Laba

Tujuan utama sebuah organisasi adalah menjaga kelangsungan organisasi tersebut. Untuk tujuan tersebut, perusahaan mestilah meraih laba untuk membiayai kelangsungan tersebut. Seringkali terjadi, di perusahaan masing-masing divisi merasa lebih penting ketimbang divisi yang lain. Hal ini bisa membuat seorang pemimpin tidak fokus dan akhirnya melupakan pentingnya laba.

6. Terpaku Pada Persoalan, Lupa Tujuan

Salah satu alasan mengapa seorang pemimpin tidak efektif adalah karena ia terpaku pada masalah-masalah sederhana, misalnya kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan anak buahnya atau orang lain.

Daripada membuang-buang energi untuk mencari-cari kesalahan orang lain, tentu lebih baik jika seorang pemimpin melakukan pendekatan lain. Misalnya dengan mencari tahu, apa yang mempengaruhi prestasi seseorang.

7. Bersikap Sebagai Sesama, Bukan Pemimpin

Usai jam kantor, banyak pemimpin perusahaan yang ingin bersikap sebagai orang biasa seperti sesama karyawan yang lain. Kemudian esok paginya ia akan bersikap sebagai pemimpin lagi. Banyak karyawan yang tidak bisa menerima sikap seperti itu. Seorang pemimpin memang harus memilih: menjadi pemimpin atau menjadi sesama karyawan. Tidak ada jalan tengah dalam situasi seperti itu.

Alasannya sederhana, kalau tindakan seorang pemimpin terhadap karyawan sembrono, maka sebenarnya ia tidak hanya tidak menghormati karyawannya. Lebih dari itu ia juga telah mengajarkan kepada karyawan untuk tidak menghormati atasannya. Seorang pemimpin tidak boleh terjebak pada perannya sebagai sahabat, atau psikiater. Tugas pemimpin adalah bagaimana mengelola kehidupan sebuah perusahaan.

8. Gagal Menentukan Standar

Banyak pemimpin yang tidak menyukai konsep menentukan standar. Bahkan mungkin mereka ingin menghindari pembicaraan tentang hal itu, karena mereka menilai standar sebagai cara untuk menghukum mereka yang gagal memproduksi atau yang tidak kompromistis.

Orang yang beranggapan demikian sebenarnya tidak memahami salah satu kunci perusahaan yang dikelola dengan baik. Perusahaan memang tidak usah memaksa orang untuk tunduk kepada sederetan panjang peraturan, tetapi ia harus mempunyai sasaran untuk membangun kebanggaan pribadi dan perusahaan.

Mudah-mudahan artikel ini dapat menjadi motivasi berbuat yang terbaik dan bahan otokritik bagi TS sendiri maupun kita semua, karena setiap diri adalah pemimpin yang akan selalu dimintai pertanggungan jawabnya kelak. (thanks to kaskus)

Apakah Saya Seorang Pemimpin?

Di dalam setiap perusahaan ada direktur, manager, dan leader, merekalah yang akan memimpin perusahaan ini mejadi perusahaan besar atau sebaliknya. Menjadi seorang pemimpin tidak semudah yang Anda bayangkan. Mereka bukan hanya harus bisa mengatur bawahannnya agar mengerjakan tugas yang telah diberikan, tapi juga harus bisa menjadi contoh yang baik bagi seluruh karyawan.

Di bawah ini adalah sikap yang harus dilakukan oleh setiap pemimpin.

Menerima Masukan dari Bawahnnya

Sebagai seorang pemimpin bukan berarti dia adalah yang sempurna di perusahaan tersebut, karena pada hakikatnya tidak ada manusia yang sempurna termasuk seorang pemimpin. Pemimpin juga membutuhkan masukan dari setiap bawahnya untuk mengembangkan perusahaan tersebut. So terbukalah dengan masukan yang diberikan kepada Anda.

Menjadi Sahabat Bagi Bawahan

Buang anggapan bahwa seorang pemimpin tidak boleh bersahabat dengan bawahnnya. Seorang pemimpin harus bisa menjadi sahabat untuk bawahnnya, ketika Anda dapat menjadi sahabat bagi bawahan Anda maka hubungan Anda dengan mereka akan semakin kuat dan solid. Tumbuhkanlah rasa persahabatan dengan mereka. Jangan menganggap mereka sebagai orang yang hanya bekerja kepada Anda dan Anda menggaji mereka. Anggaplah mereka juga sebagai sahabat Anda.

Tegas dan Wibawa

Seorang pemimpin harus mempunyai sikap tegas kepada bawahannya, agar bawahan Anda bisa menghargai semua perintah dari Anda. Tanpa sikap yang tegas, Bawahan Anda tidak akan menghormati dan mematuhi perintah yang Anda berikan. Latihlah terus wibawa Anda agar Anda menjadi pemimpin yang kuat.

Adil / Bijaksana

Ketika Anda menghadapi sebuah konfrontasi dalam organisasi Anda bersikaplah adil dan bijaksana. Coba untuk mendengarkan semua penjelasan dari berbagai pihak. Analisalah penjelasan mereka, setelah itu barulah Anda putuskan. Dengan bersikap adil dan bijaksana maka tidak akan ada kesenjangan dalam organisasi Anda.

Introspeksi Diri & Diskusi

Semua pemimpin pernah mengalami kesalahan dan seorang pemimpin harus belajar dari kesalahan tersebut agar tidak terulang lagi. Yang harus dilakukan agar tidak terulang kesalahan yang sama, maka lakukanlah diskusi dengan team Anda. Karena dengan berdiskusi, Anda akan menemukan kunci dari permasalahan tersebut dan bagaimana cara menyelesaikannnya. Ingat kepemimpinan adalah kerja tim, jika Anda kerja sendiri maka kepemimpinan Anda hanya akan bertahan beberapa waktu saja.

Remember! Seorang pemimpin adalah orang biasa dengan tekad yang luar biasa.

Kunjungi juga :
Blog Motivasi
Blog Kesehatan
Blog Teknologi

Anda Pantas Jadi Pemimpin Kami?

Anda mungkin sering mendengar pernyataan, “Wah, pantesnya kamu yang jadi pemimpin.” atau, “Saya sih maunya kamu yang jadi pemipin karena aura kepemimpinan kamu terpancar.”. Ada banyak contoh dalam kehidupan karir, di mana seseorang dipandang oleh karyawan lain sebagai pemimpin mereka walaupun ia hanya sebagai anggota tim. Setiap ide yang ia ajukan sangat kreatif, dan ia juga menerima setiap kritik dari anggota tim secara bijak, begitu pula ketika ia menyampaikan kritikannya. Alhasil, setiap arahannya mampu memberikan semangat bagi Anda untuk mewujudkan kesempurnaan hasil (outcome).

Di sisi lain, kini banyak juga ditemui seorang pemimpin yang ternyata tak dipandang sebagai seorang pemimpin oleh bawahannya. Setiap arahannya hanya dilihat sebatas perintah tanpa berhasil memicu kesadaran dan semangat dalam menjalankannya. Tak jarang di antara Anda ada yang menyelesaikan tugas dengan menggerutu atau bahkan mengeluh, yang mengakibatkan pekerjaan yang dihasilkan tidak optimal. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan penurunan, bukan hanya dalam anggota tim itu sendiri tapi juga bagi kemajuan perusahaan itu sendiri.

Pertanyaannya adalah, “Mengapa pemimpin itu tidak dihargai?”. Mungkin ada hal-hal yang membuat ia tidak dihormati karena pemimpin tersebut kurang memahami dan menghargai bawahannya. Ia hanya mau dilayani tanpa mau melayani. Ia kurang memberikan apresiasi pada bawahannya, dan terkadang ia cenderung gengsi untuk mengakui kelebihan bawahan tersebut.

Anda dapat membayangkan jika seorang pemimpin memandang anak buahnya yang terkenal sebagai “trouble maker” sebagai partner kerjanya. Awalnya memang terlihat sulit, tapi sikap itulah yang seharusnya dipupus. Hal itu merupakan suatu tantangan bagi seorang pemimpin untuk mengetahui bagaimana cara seorang pemimpin bersikap bijak dan mengelola semua unsur negatif menjadi faktor pendorong bagi terciptanya kekuatan.

Anggaplah bawahan sebagai sebuah keluarga besar perusahaan. Berikan apresiasi atas kinerja mereka, karena itu merupakan salah satu cerminan sikap menghargai bawahan, dan Anda juga akan mendapatkan perlakuan yang sama dari bawahan Anda. Jadi, “Saya dukung kamu untuk menjadi pemimpin untuk melayani dan dilayani kami!”.

Kunjungi juga :
Blog Motivasi
Blog Kesehatan
Blog Teknologi