TIPS BUGAR SEPANJANG HARI

Sepanjang minggu kita bekerja, mulai pagi hingga petang. Tak jarang di akhir minggu kita masih terus bekerja. Tak usah heran, karena tubuh kita dirancang secara sempurna untuk bekerja, membangun bumi ini sebaik-baiknya demi kesejahteraan kita dan generasi mendatang. Adakalanya kita melalui suatu hari dengan penuh semangat, energetik, seolah tak kenal lelah. Sebaliknya, tak jarang pula kita isi suatu hari dengan kelesuan, loyo dan murung. Memang suasana hati dan fisik senantiasa naik turun. Meski begitu, bekerja seharian penuh bersama hati dan fisik yang bugar selalu menyenangkan. Sedangkan, bekerja bersama pikiran ruwet dan tubuh yang lesu, jauh dari kata menyenangkan. Karena itu ada baiknya kita mensiasati bagaimana kita bisa menumbuhkan kebugaran, menemukan energi dan semangat bekerja sepanjang hari. Hukum bekerja itu sederhana saja: bila hati senang, kerja pun baik. Berikut beberapa tips yang bisa anda coba untuk menemukan kebugaran jiwa dan tubuh sepanjang hari kerja yang padat.

–Mulailah hari anda dengan pikiran positif.

Ketika pertama kali anda membuka pelupuk mata di pagi hari, ucapkan syukur bahwa anda masih diberi kesempatan untuk menjalani hari ini. Read more of this post

Advertisements

KEHADIRAN JAUH LEBIH BERHARGA

Glenn van Ekeren

Pada suatu masa, tanah Persia pernah diperintah oleh seorang syech yang bijaksana dan sangat dicintai rakyatnya. Syech ini peduli sekali kepada rakyatnya dan keinginannya hanya berbuat yang terbaik bagi mereka. Rakyat Persia tahu bahwa syech mereka mau menangani masalah-masalah mereka secara pribadi dan memahami pengaruh keputusan-keputusannya bagi hidup mereka. Secara berkala ia menyamar dan berkeliling ke jalan-jalan, mencoba menyaksikan hidup melalui cara pandang mereka.

Pada suatu hari ia menyamar sebagai seorang desa yang miskin lalu pergi ke tempat permandian umum. Di sana banyak orang yang sedang menikmati saat-saat santai sambil bersosialisasi. Air di permandian itu dihangatkan dengan api dari sebuah tungku di gudang bawah tanah, dan di situ ada seorang laki-laki yang bertanggung jawab mengusahakan agar tingkat kehangatan air di permandian tetap nyaman. Syech itu sengaja pergi ke ruang bawah tanah untuk menjenguk lelaki yang tanpa kenal lelah menunggui api.
Read more of this post

MENITI KARIR (Bag. Akhir)

Pertanyaan #4–Jawablah secara jujur, apakah anda lebih memusatkan perhatian pada apa yang ingin anda raih, atau mempersiapkan diri bila kesempatan itu tiba?

Tantangan kerja yang dinamis hanya menghampiri mereka yang siap atau setidaknya mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan itu sendiri. Kedudukan takkan menghampiri mereka yang mengharapkan, namun yang mempersiapkan diri untuk menjabatnya. Dengan demikian sebenarnya, pangkat, jabatan, fasilitas, kekuasaan dan lain berbagai iming-iming yang diterima dalam dunia kerja bukanlah tujuan yang semestinya, namun sebuah konsekuensi dari apa yang ada dalam diri kita.

Pertanyaan #5–Apa yang sesungguhnya anda cari dari karier anda? Apa yang dicari oleh mereka yang bekerja dan meniti karier sebaik-baiknya? Uang? Jabatan? Kekuasaan?

Ada seorang guru TK yang lebih suka menjadi guru dan mengajar anak-anak kecil di sekolah, meski ia berkesempatan menjabat menjadi seorang kepala sekolah, atau bahkan penilik sekolah yang tentu memberikan penghasilan dan kekuasaan yang lebih besar. Apa yang dicarinya? Tak lain tak bukan adalah kepuasan hati yang ditemukan dari pekerjaannya. Karier adalah bagian kehidupan kita. Apa yang kita cari dalam kehidupan pada umumnya, juga kita cari dalam kehidupan kerja kita. Kebahagiaan yang kita cari dalam kehidupan semestinya turut melandasi semangat penitian karier kita. Karier terbaik adalah kerja yang memberikan kebahagiaan sehingga kita senantiasa penuh dengan kesukaan dan cinta kasih. Merencanakan karier adalah menyingkirkan hambatan-hambatan yang menghalangi kita menemukan kebahagiaan dalam kerja kita.