5 Misi Sebelum Pindah Kerja

Sebelum menuntaskan kelimanya, jangan berpikir untuk pindah kerja. Dengan memenuhi misi ini, Anda telah mampu meningkatkan kualitas diri

Sebelum menuntaskan kelimanya, jangan berpikir untuk pindah kerja. Dengan memenuhi misi ini, Anda telah mampu meningkatkan kualitas diri

Saat bekerja atau berkarier di bidang apapun, pastikan Anda menikmatinya dengan tidak hanya mengejar gaji semata. Saat menjalani pekerjaan, Anda juga perlu memiliki tujuan dan target, lalu wujudkan dengan melakukan aksi nyata. Dengan begitu, Anda dapat meningkatkan kualitas diri termasuk mengembangkan karier semakin tinggi menuju cita-cita utama yang ingin Anda raih.

Kesuksesan dalam karier dapat Anda miliki dengan memaksimalkan kualitas dan pengalaman kerja, dengan merampungkan lima misi wajib kalangan profesional ini. Sebelum menuntaskan kelimanya, jangan berpikir untuk pindah kerja. Dengan memenuhi misi ini, Anda telah mampu meningkatkan kualitas diri.

1. Tawarkan ide yang bermanfaat untuk perusahaan.
Anda adalah bagian dari perusahaan yang juga memiliki tanggung jawab serta peran untuk mengembangkannya. Sebagai profesional, Anda bukan hanya pesuruh yang melakukan berbagai tugas. Tetapi, Anda juga punya kesempatan yang sama untuk menawarkan ide atau proyek yang dapat meningkatkan prestasi perusahaan, dan tentunya prestasi pribadi.

Jadi, jangan ragu menawarkan ide yang menurut Anda bermanfaat bagi perusahaan atau unit kerja Anda. Ajukan ide tersebut kepada supervisor atau atasan Anda. Persiapkan diri dengan detil dari ide tersebut, terutama sejauhmana ide yang Anda miliki tersebut dapat mengembangkan perusahaan, dan yang paling penting bagaimana proyek tersebut dapat berjalan mulus tanpa menganggu kinerja Anda dalam menyelesaikan pekerjaan rutin. Read more of this post

Advertisements

Tips Investasi Emas

Ini dia bahaya yang diam-diam yang akan menggerogoti kekayaan Anda: inflasi. Bayangkan, ketika Anda berpikir tabungan Anda akan aman-aman saja berada di bank, sejatinya bahaya inflasi tetap mengintai. Perhitungannya sederhana saja. Bila inflasi dalam setahun mencapai 10 persen, bandingkan dengan bagi hasil yang Anda peroleh di bank. Boleh jadi, angkanya masih jauh dari 10 persen dalam setahun.

Mulai cemas? Sebenarnya tidak perlu bila kita mau mulai melirik instrumen investasi. Yang paling sederhana dan terbilang paling kuno adalah emas. Budi Raharjo, perencana keuangan independen dari One Consulting, mengungkapkan bahwa emas adalah salah satu bentuk investasi pelindung nilai. Maksudnya, kenaikan harga emas atau logam mulia (LM) biasanya lebih tinggi dari inflasi per tahun. Dengan begitu, LM bisa dilirik untuk menjadi tabungan masa depan karena sangguh mengalahkan inflasi. Tapi, jangan juga buru-buru borong LM.

Investasi, ungkap Budi, perlu berdasarkan pertimbangan matang dan pengetahuan cukup. Jangan jadi investor emosional yang ikut-ikutan karena sedang tren, ucapnya. Read more of this post

Pengukuran Customer Satisfaction

Sebagian perusahaan melakukan pengukuran dengan cara yang lebih kompleks dan umumnya mengacu kepada suatu konsep kepuasan pelanggan. Tanpa konsep kepuasan pelanggan yang jelas, sangat sulit untuk mengoperasionalkan perhitungan indeks kepuasannya.

Konsep yang paling umum untuk menghasilkan indeks kepuasan pelanggan adalah konsep performance-importance. Pertama, responden diminta untuk menjawab performance atau tingkat kepuasan dari berbagai dimensi atau atribut yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Bila pengukuran hanya sebatas tingkat dimensi, maka hanya diperlukan sekitar 3 hingga 10 pertanyaan. Bila pengukuran dilakukan pada tingkat atribut atau hal-hal yang sudah berhubungan dengan harapan spesifik dari pelanggan, maka bisa mencapai hingga 10-50 pertanyaan. Pemilihan ini terntunya tergantung dari kedalaman dari survei yang diinginkan.

Misalnya, untuk produk sepatu, manajemen perusahaan meyakini bahwa ada 5 dimensi yang penting dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan yaitu keawetan, kenyamanan, desain, harga dan garansi. Dengan dasar ini, kemudian disusun pertanyaan seperti “Bagaimana kepuasan Anda terhadap sepatu merek X dalam hal keawetannya ?”. Kemudian, diikuti pertanyaan untuk 4 dimensi lainnya. Sekali lagi, berdasarkan pengalaman melakukan riset pasar selama ini, saya lebih menyukai dengan menggunakan skala kepuasan dengan skala 5 atau skala 7. Read more of this post

Catatan seorang HRD manager

Catatan seorang HRD manager

Berikut adalah sharing informal dari seorang kolega. Semoga bermanfaat.

Sebagai manager HRD di sebuah perusahaan swasta, tahukah anda tugas apa yang membuat saya bosan setengah mati? Ya, kalau anda pernah bekerja di bagian HRD mungkin anda bisa menebaknya, yaitu membaca CV dan dokumen lamaran lainnya.

Bagaimana tidak bosan, satu lowongan kerja saja bisa mendatangkan ratusan pelamar kerja. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, ketika perusahaan kami membuka 9 lowongan kerja. Tebaklah berapa jumlah dokumen lamaran yang sampai ke bagian HRD kami? 2452 dokumen!

Lalu apa yang harus kami lakukan dengan pelamar sebanyak itu? Memilih secara acak diantara dua ribu orang lebih? Terlalu riskan. Mengundang semuanya untuk wawancara? Terlalu makan waktu, manajemen senior hanya memberikan waktu 2 minggu. Read more of this post

Langkah Awal Memulai Bisnis

Tips sukes dalam berbisnis anda wajib menjawab beberapa pertanyaan kita terlebih dahulu :

  • Sebutkan minimal 4 alasan yang menyebabkan anda ingin memulai bisnis ?
  • Mengapa anda memilih ingin terjun di dunia bisnis ?
  • Jika bisnis anda berhasil, apa yang akan anda lakukan dari hasil bisnis tersebut ?
  • Jika bisnis tersebut gagal, apakah anda sudah siap menerima resikonya? Dan mengapa anda harus menerima resiko tersebut?
  • Apa yang terjadi jika anda tidak segera memulai bisnis ?
  • Kapan anda segera memulai bisnis anda ?
  • Siapa yang bertanggung jawab terhadap keberhasilan bisnis anda ?
  • Dalam kondisi bagaimana anda akhirnya menghentikan bisnis anda ?

Langkah langkah yang wajib segera dilakukan oleh anda :

1. Sadari keberhasilan tergantung pada diri anda sendiri.
Assets paling berharga dalam menjalankan bisnis adalah diri anda sendiri. Diri anda sendiri perlu menjawab pertanyaan pertanyaan diatas. Anda wajib memiliki alasan yang kuat dan tidak tergoyahkan mengapa anda perlu berbisnis dan harus segera berbisnis. Tanamkan mental sebagai seorang juara di diri anda, anda akan berlatih terus menerus sampai anda meraih gelar sang juara. Read more of this post

Consumer Insight dan Ethnography

Perubahan perilaku konsumen, berkembangnya teknologi, membuat strategi pemasaran baik produk dan jasa mau tak mau harus terus berubah. Riset dan survey konvensional yang dulu biasanya kita sering temui berupa lembaran kuisioner tentang sebuah produk atau layanan jasa, sepertinya sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan saat-saat ini. Karena menurut Amalia E. Maulana, Ph.D, saat ini yang kita perlukan adalah riset Consumer Insight via Ethnography.

Amalia sendiri  merupakan Ethnographer, atau praktisi bidang Ethnography di Indonesia. Doktor alumni University of New South Wales, Australia tahun 2006 ini, membagi ilmu yang semula dimuat secara terpencar-pencar di beberapa majalah dan surat kabar seperti  majalah Swa,Majalah MIX, The Jakarta Post, Bisnis Indonesia dll, dari kurun waktu tahun 2005 hingga 2009, dikumpulkan pada sebuah buku  barunya yang berjudul Consumer Insight via Ethnography-Mengungkap yang tidak pernah terungkap.

Apa sebenarnya Consumer Insight dan apa Ethnography itu?

Bagi sebagian orang mungkin hal tersebut masih terasa asing di telinga. Tapi bagi orang-orang yang sudah berkecimpung di bidang pemasaran mungkin sudah sering mendengarnya.  “Definisi Consumer  dan Insight  kira-kira akan menjadi seperti ini: “Proses mencari tahu secara lebih mendalam dan holistic, tentang latar belakang perbuatan, pemikiran dan perilaku seorang konsumen yang berhubungan dengan produk dan komunikasi iklannya” Read more of this post

Mengelola Uang Gaji Bulanan

Sebagai karyawan pasti Anda sangat menantikan akhir / awal bulan untuk menerima gaji yang kemudian menggunakan gaji bulanan untuk bersenang- senang. Beberapa diantaranya menghabiskan untuk produk kecantikan dan fashion up date. Jika Anda mempunyai kebiasaan seperti itu, sebaiknya dirubah, jangan terlalu boros. Anda bisa merendam keinginan menggunakan uang Anda untuk hal-hal yang sebenarnya kurang penting dengan cara menabung, karena dengan menabung Anda dapat mempersiapkan masa depan dan tentu saja memperbaiki financial Anda.

Menyisahkan Uang Gaji Bulanan

Mulailah untuk berusaha menyisihkan uang dari gaji pada akhir bulan untuk di tabungan. Sebaiknya Anda bersikap tegas dan segara mengalihkan uang tersebut. Anda bisa menyisihkan 10 sampai 30 % uang setelah mendapatkan gaji. Simpan direkening yang khusus untuk menabung. Usahakan jangan pernah memakai uang yang berada di tabungan tersebut. Read more of this post

Merencanakan Keuangan untuk Pasangan Menikah

Pasangan muda perlu merencanakan keuangan, terutama pada masa awal pernikahan. Dengan begitu keuangan keluarga bisa lebih stabil.

Perencana keuangan, pendiri Akbar’s Financial Check Up, Aidil Akbar Madjid mengatakan perencanaan keuangan yang perlu disiapkan pasangan menikah adalah asuransi dan pendidikan anak. Untuk mengatur keuangan keluarga, Akbar menyarankan pasangan merencanakan keuangan sesuai pos masing-masing.

Akbar menyebutkan, pos perencanaan keuangan bisa dibagi tiga. Perencanaan keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Perencanaan keuangan jangka pendek lebih untuk memenuhi kebutuhan di bawah satu tahun. Sedangkan jangka menengah untuk 1-5 tahun. Sementara perencanaan keuangan jangka panjang untuk periode di atas lima tahun,” kata Akbar dalam program acara Arisan bertema “Financial Planning”, ditayangkan Kompas TV Read more of this post

Apa Penyebab Perut Buncit?

Sudah setia dengan makanan-makanan yang dapat membuat pinggang ramping, tetapi perut masih saja buncit. Apa iya, lemak di perut begitu susahnya untuk dibuang?

Jangan langsung menyalahkan lemak di perut karena ternyata ada kesalahan-kesalahan umum yang sering dilupakan orang ketika menjalankan program diet. Kesalahan apa sajakah itu?

Pulang kerja, langsung “parkir” di depan televisi.
Mari kita ingat bersama. Saat sampai di rumah, kita langsung mengambil makanan atau camilan dan menghabiskannya di depan televisi. Tanpa sadar, porsi makan malam yang seharusnya sedikit menjadi hampir sama dengan porsi makan siang.

Sebuah penelitian yang dilakukan University of Oulu menyebutkan, orang yang melakukan kebiasaan itu akan dengan cepat menumpuk 10 persen lemak di perut. Bahkan 10 persen lemak yang bertambah itu ditumpuk hanya dalam jangka waktu 2 jam. Pada orang yang tidak menghabiskan makanan di depan televisi pada malam hari atau yang melakukan olahraga ringan saat iklan televisi tengah berlangsung, mereka berhasil melunturkan lemak perut.

Tak bisa lepas dari olahan tepung terigu.
Bagi yang selalu sarapan dengan roti, mungkin Anda akan sedikit sulit jika harus menggantinya dengan menu sarapan lain. Sebenarnya yang perlu kita ubah hanyalah mengganti roti dari tepung terigu menjadi roti dari gandum utuh. Dengan perubahan bahan baku ini, kita bisa mengurangi 85 gram lemak perut setiap harinya.

Penelitian juga membuktikan, orang yang mengonsumsi olahan gandum lebih sering akan dengan mudah memotong total kalori yang masuk ke dalam tubuhnya. Penelitian ini diumumkan di American Journal of Clinical Nutrition.

Terlalu lama tenggelam dalam stres.
Rasa panik, cemas, takut, atau stres akan menaikkan hormon kortisol. Hormon ini akan memberikan efek domino yang negatif pada tubuh karena kita akan jadi mudah sekali lapar dan metabolisme tubuh bekerja lebih lambat. Alhasil, perut semakin buncit dan lingkar pinggang pun melebar.

Ayo buang stres. Caranya, duduk dengan tenang, tutup kedua mata, dan tarik napas dalam-dalam secara perlahan. Setelah itu, embuskan napas dari mulut kita dalam 8 hitungan. Terus lakukan sampai kita merasa rileks.

“Ngemil” tengah malam.
Saat kita mengalami kesulitan tidur atau terpaksa bergadang, rasa lapar biasanya akan datang menghampiri ketika jam sudah menunjukkan lewat tengah malam. Kita pun melangkahkan kaki ke dapur dan membuka lemari makanan atau kulkas. Tanpa pikir panjang, kita membiarkan tangan memilih makanan seperti cokelat, keripik, atau bahkan mi instan. Jika ini yang terjadi, ya jangan heran jika perut kesulitan untuk tanpa timbunan lemak.

Sebenarnya, kita boleh saja menikmati camilan pada malam hari. Hanya, kita harus memilih makanan yang “aman” bagi perut dan lingkar pinggang. Misalnya kacang almon, susu rendah lemak, atau yoghurt rendah lemak. Camilan-camilan ini akan membuat perut kita kenyang lebih lama dan perut jauh dari tumpukan lemak.

Akan tetapi perlu juga diingat, sebaiknya 2 jam sebelum tidur, kita harus berhenti mengunyah. Setelah itu, matikan lampu dan tutuplah mata. “Tidur dan bangunlah pada pagi hari dengan lebih bersemangat,” saran Janis Jibrin RD, pakar nutrisi yang juga penulis buku The Supermarket Diet.

Lakukan sedikit perubahan dan mulai rasakan bagaimana tiba-tiba perubahan itu membuang tumpukan lemak pada perut kita. (Prevention Indonesia Online/Siagian Priska)

Kunjungi juga :
Blog Motivasi
Blog Kesehatan
Blog Teknologi

Kapan Saat Yang Tepat untuk Beli Rumah?

Sirik rasanya melihat teman yang sudah memiliki rumah sendiri. Tinggal di rumah milik sendiri membuat Anda bebas membuat aturan sendiri. Bahkan orangtua yang kebetulan menginap di rumah Anda pun harus mengikuti aturan Anda. Anda juga jadi merasa tidak lagi “membuang uang” percuma dengan indekos.

Tetapi, sebagai lajang Anda masih berat untuk meninggalkan gaya hidup Anda saat ini. Sepulang kantor bebas jalan-jalan sampai malam (kalau beli rumah di pinggiran Jakarta tentu harus pikir-pikir lagi jika pulang terlalu larut). Anda bebas jajan di luar, ngopi, belanja-belanja, travelling bersama teman-teman, dan lain sebagainya. Jika gaji Anda dipotong untuk cicilan rumah, Anda harus mengorbankan sebagian kecil kesenangan Anda tersebut.

Jadi, kapan sebenarnya waktu tepat untuk membeli rumah? Apakah membeli sekarang merupakan langkah yang tepat? Apakah dengan gaji Anda yang sekarang, Anda mampu membelinya? Bila hal itu yang masih menjadi pertimbangan Anda, beberapa pertanyaan di bawah ini mungkin dapat membantu Anda.

Bagaimana dan dimana hidup Anda beberapa tahun ke depan?
Mungkin saat ini Anda merasa lebih nyaman dengan indekos atau mengontrak rumah ramai-ramai dengan teman. Namun, bayangkan berapa uang yang akan Anda habiskan begitu saja dengan indekos di tempat yang berada di pusat kota. Bandingkan dengan cicilan rumah yang harus Anda bayarkan bila membeli rumah. Bila selisihnya tak begitu besar, lebih baik Anda membeli rumah. Uang kos atau kontrakan itu akan menjadi investasi Anda dalam bentuk rumah. Menunda membeli rumah hanya akan membuat Anda mengeluarkan lebih banyak uang ketika harga rumah sudah naik gila-gilaan.

Bagaimana kondisi keuangan Anda?
Ketika Anda berencana mengambil kredit pemilikan rumah di bank untuk melunasi pembelian rumah, bank tentu akan memeriksa kondisi keuangan Anda. Bank akan meminta slip gaji Anda, juga mencari tahu apakah Anda memiliki utang-utang atau cicilan lain. Intinya, bila Anda berutang ke bank, apakah hal ini akan memengaruhi kondisi keuangan Anda secara keseluruhan? Bank tentu tak ingin Anda mengalami kesulitan mencicil utang Anda.

Kebanyakan bank akan menghitung rasio total utang Anda sebelum mengabulkan permohonan pengajuan utang Anda. Artinya, berapa total kewajiban utang Anda, termasuk utang kartu kredit, cicilan mobil, atau mungkin kredit tanpa agunan Anda. Total utang sebaiknya tidak lebih besar daripada 40 persen gaji kotor Anda sebulan.

Berapa kemampuan Anda?
Ada cara yang mudah dan cepat untuk mengestimasi kemampuan Anda dalam membeli rumah berdasarkan jumlah penghasilan Anda. Kalikan gaji kotor Anda selama satu tahun dengan 3,4. Misalnya gaji Anda Rp 5 juta sebulan, maka setahun gaji Anda Rp 60 juta. Jika dikalikan 3,4, maka Anda bisa membeli rumah seharga Rp 204 juta. Beberapa pakar keuangan juga menyarankan, sebaiknya Anda tidak membayar lebih dari 32 persen gaji kotor selama sebulan untuk cicilan rumah. Anda juga masih harus membayar down payment, yang besarnya nanti akan memengaruhi besaran cicilan Anda tiap bulan.

Hitung juga maintenance rumah
Membeli rumah artinya Anda bertanggung jawab dengan semua biaya pemeliharaan atau perawatannya. Kemudian, meskipun rumah tersebut tidak langsung Anda tinggali, Anda tetap harus membayar iuran-iuran kan? Misalnya iuran sampah, iuran keamanan, dan sebagainya. Bersiaplah untuk membayar sekitar 3 persen setahun (dari harga rumah) untuk biaya pemeliharaan untuk rumah yang baru, dan tingkatkan jumlah tersebut hingga 5 persen jika Anda membeli rumah bekas.

Dapatkah Anda menutup semua biaya pembeliannya?
Ada beberapa komponen biaya yang harus Anda tanggung ketika membeli rumah. Selain membayar harga rumahnya, Anda juga harus membayar PPN (10 persen dari harga pokok rumah), biaya pengurusan surat-surat tanah (seperti Hak Guna Bangunan atau Hak Milik), biaya notaris, biaya administrasi bank, dan mungkin juga biaya survei lokasi. Setelah rumah dibeli, Anda masih butuh biaya untuk pindahan, instalasi listrik (jika misalnya Anda ingin menambah daya), perabotan, dan hal-hal kecil lain yang ternyata tak sedikit jumlahnya.

Saat membeli rumah, kondisi keuangan Anda pasti terpengaruh. Mungkin dalam bulan-bulan bahkan tahun pertama Anda akan sulit menyisihkan uang untuk hura-hura lagi. Tetapi, jangan bayangkan berapa gaji Anda yang terkuras untuk membayar cicilan rumah. Bayangkan nikmatnya memiliki rumah sendiri. Adakah yang lebih membanggakan daripada itu?

Kunjungi juga :
Blog Motivasi
Blog Kesehatan
Blog Teknologi

Percakapan Penentu Masa Depan

Di Indonesia, ada jutaan karyawan yang berpindah tempat kerja setiap harinya, dan jumlah itu tidak kalah banyak dengan para fresh graduate yang diterima kerja di perusahaan baru. Itu artinya ada paling tidak ada sekitar dua atau tiga orang karyawan baru pada setiap perusahaan, entah hasil mutasi dari divisi lain, atau baru direkrut untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.

Pindah tempat kerja bisa berarti pindah lingkungan kerja. Tak jarang mereka yang berpindah tempat kerja akan menemui lingkungan dan suasana kerja yang benar-benar baru di kantor yang baru. Banyak dari mereka kemudian canggung untuk memulai beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, bahkan karena terlalu canggung, Anda bisa menjadi “the next public enemy” dalam kantor tersebut.

Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa menjadi karyawan baru yang dapat diterima dengan baik di lingkungan kerja yang baru? Para tetua dan sesepuh kita pernah berkata, “Semua berawal dari ucapan”. Nampaknya benar saja, karena orang pasti memandang pola pikir dan intelektualitas kita melalui bagaimana kita berbicara dan berkomunikasi.

Ya, komunikasi adalah kunci dari segalanya, tapi terkadang banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa kita menggunakan cara komunikasi yang salah. Contohnya pada saat memulai percakapan. Kita terkadang memulai percakapan yang salah yang dapat berujung pada hal yang tidak kita inginkan. Untuk itu, pada artikel kali ini kami akan memberikan tips tentang bagaimana memulai pembicaraan yang baik sesuai dengan jabatan lawan bicara kita atau tujuan yang ingin kita capai melalui percakapan tersebut.

Menyapa atasan saat santai istirahat, dengan tujuan menjadi lebih dekat dengan atasan
Atasan merupakan pribadi yang angker bagi kebanyakan karyawan. Salah sedikit maka surat peringatan pun akan segera mendarat dengan mulus ke meja Anda. Anda bisa memulai percakapan dengan atasan Anda dengan pertanyaan seperti, “Sudah berapa lama bekerja di sini?” atau dengan pertanyaan “Perusahaan ini sudah berapa lama berdiri?” jika Anda bertemu dengan pendiri perusahaan. Para atasan (yang umumnya karyawan tua) sangat senang jika diajak berbicara tentang perjalanan karir dan prestasi-prestasi yang telah ia peroleh. Memang mungkin selanjutnya obrolan bisa menjadi agak membosankan, tapi sang atasan akan memberikan apresiasi yang lebih karena Anda sudah menjadi pendengar yang baik.

Merayu resepsionis
Banyak cara yang bisa ditempuh untuk memulai percakapan ini. Mungkin bisa dimulai dengan apa yang ada di sekitar meja resepsionis seperti “Mbak, ini fingerprint yah? Cara pakai nya gimana yah?” atau mungkin dengan menanyakan, “Mbak, toilet sebelah mana yah?”. Jika dirasa pertanyaan ini singkat, cobalah untuk sedikit akting tidak paham. Lakukan dengan sering, pasti resepsionis itu akan cepat mengenal Anda.

Berkenalan dengan rekan satu ruangan yang cantik
Hampir sama dengan cara membuka obrolan dengan resepsionis tadi, hanya saja dengan rekan sekantor biasanya lebih berbicara tentang dunia kerja yang dijalani, misalnya “Ehm, mbak, sori, gue boleh pinjem pulpennya gak? Gue butuh nge-draft design pamflet nih, pulpen gue abis”. Dari situ pasti obrolan bisa berlanjut ke sharing pengalaman dan bukan tidak mungkin bisa berlanjut ke nomor telepon.

Itulah beberapa tips dari kami, selain tips di atas, perlu juga Anda ketahui bahwa ada beberapa pertanyaan yang harus Anda hindari. Misalnya saat bertemu dengan bos Anda, jangan sekali-kali Anda menyapa seperti ini “Halo bos, by the way, istri bapak cantik juga yah” jika itu Anda lakukan, ya Anda sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Selamat mencoba.

Kunjungi juga :
Blog Motivasi
Blog Kesehatan
Blog Teknologi