USIR “A VERY BAD DAY AT WORK”

Pernahkah Anda merasa bahwa Anda sedang mengalami a very bad day at work? Boss yang seenaknya memajukan deadline, rekan kerja yang melakukan kesalahan yang sama berulang kali, pekerjaan yang mendadak harus direvisi ulang, lift yang mati sehingga Anda harus ngos-ngosan naik tangga untuk mencapai kantor, entah mengapa semua kejadian tersebut memilih hari yang sama untuk muncul dalam keseharian rutin di tempat kerja Anda.

Apakah hal-hal tersebut merusak mood untuk bekerja? Tentu saja, hal yang wajar jika hal tersebut membuat Anda jadi ogah-ogahan atau kehilangan semangat untuk bekerja. Namun sebagai seorang professional, selayaknya hal tersebut tidak dijadikan halangan untuk tetap produktif. Bagaimanapun Anda tetap harus menjalani hari kerja itu sebagai seorang professional dengan kinerja yang baik. ‘Nah, bagaimana cara mengembalikan mood agar Anda bisa bekerja dengan semangat lagi?

Take a deep breath lalu asingkan diri Anda sebentar. Pergilah ke kamar kecil, jalan keluar kantor untuk beberapa saat. Terimalah kenyataan bahwa mood Anda saat ini sedang buruk karena hal-hal buruk sedang terjadi secara beruntun pada diri Anda. Berikan diri Anda waktu untuk menenangkan diri. Selain itu time out seperti ini akan menghindarkan diri Anda untuk melakukan atau mengatakan sesuatu yang bisa membuat Anda menyesal nantinya.

Ingatlah hal-hal menyenangkan yang pernah terjadi atau hal yang Anda nanti-nantikan. Seperti report Anda yang dipuji oleh boss, jalan-jalan weekend minggu lalu, sesi karaoke bersama keluarga Sabtu ini. Lalu bersyukurlah bahwa Anda pernah diberi kesempatan untuk mengalami hal itu semua.

Bergeraklah! Lakukan olah raga ringan seperti lompat tali, bernafas lebih dalam dan teratur, jalan cepat di waktu makan siang atau kalau sempat, cobalah berlatih sebentar di gym. Endorphins yang dilepaskan oleh tubuh adalah cara alami untuk memulihkan mood.

Tersenyumlah selama beberapa detik. Mungkin terasa sangat dipaksakan, namun hal ini bisa membantu mengirimkan pesan ke otak Anda bahwa hari Anda ternyata tidak ‘sebegitu’ jeleknya. Bayangkan hal-hal indah selama Anda tersenyum. Hal ini akan mengalihkan pikiran Anda dari segala bad mood.

Promise yourself a treat. Setelah hari buruk ini berlalu, manjakan diri Anda secara sederhana. Hal tersebut bisa 1 jam pijat di salon langganan, 1 cone es krim favorit Anda atau hal-hal lain yang menyenangkan bagi Anda. Hal sederhana seperti ini bisa membantu mengembalikan mood Anda seperti semula karena membuat Anda bersemangat melewatkan hari ini untuk mendapatkan treat Anda.

Tertawa. Inilah obat terbaik dan tercepat mengembalikan mood. Cobalah ke YouTube dan cari video-video lucu, email teman-teman Anda dan minta mereka memforward email humor terbaik yang mereka punya.

Dengarkan lagu. Tentunya bukan lagu sedih tentang patah hati, melainkan lagu-lagu yang bisa membuat Anda melupakan ‘kesialan’ Anda, senang, bergairah dan bersemangat melanjutkan hari dengan produktif.

Bertekadlah bahwa bad mood akan diselesaikan hari ini juga. Niat memegang peranan penting karena akan memicu Anda untuk kembali kepada mood ceria Anda yang sangat dibutuhkan untuk kinerja kerja sehari-hari.

Jangan menyalahkan orang. Saat keadaan tidak sesuai dengan keinginan Anda, cara termudah memang menyalahkan orang lain. Tapi percayalah bahwa hal ini tidak akan memperbaiki mood Anda, bahkan pada akhirnya bisa membuat Anda justru merasa bersalah dan akan menambah buruk mood yang sudah terlanjur jelek.

Advertisements

GO TO NEXT LEVEL

Apakah Anda sudah puas dengan karir Anda sekarang ini? Apakah Anda ingin mencapai peningkatan yang lebih tinggi baik didalam prestasi Anda maupun dalam gaji yang Anda ingin terima ? Bila jawaban Anda adalah YA, berpikir & bertindaklah dalam “Next Level Mindset”. Berikut ini ada 10 tips bagaimana Anda berpikir & bertindak menuju NEXT LEVEL karir Anda.

1. Ciptakan “Peta Perjalanan” karir Anda

Renungkan kembali, kemana Anda sudah melangkah? Pikirkan dan tentukan kemana langkah Anda 10 tahun, 20 tahun atau 30 ke depan. Tuliskan apa yang Anda pikirkan disecarik kertas. Kemudian tulis ulang seluruh “puzzle” ( potongan informasi ) yang telah ditulis, ke dalam sebuah peta perjalanan hidup Anda. Buatlah serinci mungkin.

2. “Facelift” CV Anda

Tulis ulang resume atau CV Anda, percantik dengan berbagai prestasi yang telah Anda capai 12 bulan terakhir ini. Beri penekanan yang spesifik dan detil tentang apa saja yang telah Anda capai dan bagaimana hal itu berpengaruh terhadap perusahaan tempat Anda bekerja sekarang. Bila perlu, hasil tulis ulang resume Anda, berikan copy-nya kepada sahabat atau kolega ( di luar perusahaan yang sudah pasti ). Minta mereka berikan komentar dan masukan untuk perbaikan.

3. Menabung keterampilan baru terus menerus

Jangan pernah berhenti belajar hal-hal baru. Selalu buat target, berapa banyak keterampilan baru yang Anda ingin tambah setiap tahunnya. Ingat, aset Anda dalam bekerja adalah “keterampilan yang Anda jual”. Semakin tinggi kualitas Anda, semakin mahal harga Anda. Gunakan berbagai kesempatan dan berbagai cara untuk selalu belajar – belajar – belajar!

4. Tunjukan prestasi Anda

Bila Anda berharap mendapatkan promosi, secara teratur informasikan pencapaian prestasi Anda pada atasan / perusahaan. Jelaskan dengan data konkrit, berapa besar kontribusi Anda tahun ini dan sejauh mana dampak positifnya bagi perusahaan. SELALU GUNAKAN KUANTITATIF dalam menjelaskan prestasi Anda. Misalnya, saya sudah mampu mengurangi tingkat kesalahan produksi dari 3% per bulan menjadi 1% per bulan. Saya sudah mampu memproses setiap proposal dari deadline 3 hari menjadi 1 ½ hari per proposal. Orang akan lebih terkesan dengan prestasi Anda bila ditulis dalam bentuk angka.

5. Ambil berbagai kursus & koleksi sertifikat kompentensi Anda

Rajin-rajin ikuti berbagai seminar, lokakarya atau kursus yang akan memperkaya kompentensi Anda. Misalnya ikutlah seminar “Tehnik Bernegosiasi” atau “Tehnik Presentasi Efektif”. Anda tidak hanya saja akan menambah koleksi keterampilan Anda, tetapi sekaligas akan mempercantik resume Anda dengan berbagai sertifikasi yang Anda raih. Jangan tunggu perusahaan yang membiayai Anda, investasikan sebagian uang Anda untuk masa depan dengan mengikuti berbagai kursus.

6. Banyak bertanya

Banyak bertanya kepada orang-orang yang sudah lebih berpengalaman atau orang yang posisinya sudah jauh lebih tinggi dari Anda. Dengarkan “success story” mereka. Dapatkan berbagai nasihat dan tips yang berharga. Catat semua apa yang Anda dengar. Lalu mulai contoh langkah-langkah mereka .

7. Ciptakan “Keunikan” Anda

Pikirkan & tuliskan, keahlian dan keunikan apa yang Anda miliki, di mana orang-orang yang selevel Anda tidak miliki? Misalnya: saya pandai bernegosiasi, saya pandai memecahkan masalah, saya terampil dalam meyakinkan orang lain, saya mampu membangun team kerja yang kuat, saya memiliki cara berpikir konseptual yang tinggi.

Buatlah daftar bagi diri Anda . Bila Anda belum memiliki berbagai keunikan ini, maka pikirkanlah, keunikan apa yang Anda mau ciptakan dikemudian hari. Dan kapan harus tercapai? Keunikan apa yang ingin Anda bangun 1, 2 atau 3 tahun kedepan? Tujuh tips diatas akan menolong Anda “go-to-next level” dalam karir maupun kompensasi.

TIPS EFEKTIF MENGHADAPI INTERVIEW

Wawancara merupakan proses penting untuk mendapatkan pekerjaan. Berhasil tidaknya Anda mendapatkan pekerjaan salah satunya ditentukan oleh proses wawancara. Banyak mereka yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata atau genius, tetapi gagal dalam proses ini. Sikap dan karakter diri Anda, kematangan Anda dalam berfikir, atau bahkan persiapan yang Anda lakukan untuk menghadapi wawancara secara langsung akan mempengaruhi hasil dari wawancara. Berikut trik super efektif dalam menghadapi wawancara, baik wawancara pertama Anda maupun bagi Anda yang sudah sering melakukan wawancara.

1. Tiba lebih awal. Rencanakan untuk tiba lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Dengan waktu yang masih tersisa sebelum wawancara, Anda dapat gunakannya untuk mengatur emosi, mengontrol stres yang tidak perlu, mengumpulkan pikiran agar tetap fokus, dan menyempurnakan persiapan Anda lainnya seperti pakaian dan make up Anda.

2. Jabat tangan interviewer dengan tegas dan biarkan interviewer memulai pembicaraan. Saat Anda bertemu dengan interviewer , pandanglah kedua matanya dan jabatlah tangannya dengan tegas. Interviewer akan mengetahui karakter Anda melalui cara Anda berjabat tangan. Berikan kesempatan kepada interviewer untuk memulai pembicaraan. Misalnya menanyakan nama Anda, menjelaskan tugas Anda, dan posisi Anda. Hal ini akan memberikan kempatan kepada Anda untuk mencerna informasi dari interviewer.

3. Berikan jawaban yang singkat dan jelas. Dalam sebuah wawancara ada beberapa pertanyaan kunci yang sebaiknya Anda jawab dengan singkat namun jelas. Contohnya “Apa yang menjadi alasan Anda untuk hengkang dari perusahaan sebelumnya?”, “Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan Anda?”, “Kesalahan apa yang pernah Anda perbuat dan bagaimana mengatasinya?” dan sebagainya. Usahakan Anda menjawab semua pertanyaan yang diberikan sesuai dengan jalur dan jangan memberikan jawaban yang akan menimbulkan pertanyaan baru atau membingungkan interviewer.

4. Aktif dalam percakapan. Ciptakan hubungan yang akrab dengan interviewer dan ajukan pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya peraturan perusahaan, kebijaksanaan perusahaan yang Anda dapatkan jika diterima untuk bekerja (Jamsostek, tunjangan hari raya, dll).

5. Tetap rendah hati. Walaupun Anda sudah cukup berpengalaman, terapkanlah sikap rendah hati. Jangan sampai Anda meremehkan persyaratan dan pertanyaan yang diberikan oleh interviewer. Jawab pertanyaan dengan senyuman dan jawaban yang mengesankan. Sikap rendah hati akan sangat disukai walaupun Anda sudah mempunyai segudang pengalaman kerja karena hal inilah yang mencerminkan sikap Anda nantinya jika Anda diterima untuk bekerja.

6. Perlihatkan minat dan semangat. Ekspresi wajah Anda akan sangat berpengaruh pada kesan interviewer terhadap Anda. Ekspresi yang monoton tidak akan membuat interviewer berminat dan yakin akan kemampuan Anda. Cerikan tentang pengalaman yang telah anda jalani dengan ekspresi yang bersemangat dan yakinkan interviewer bahwa Anda akan sukses melakukan pekerjaan yang baru nantinya berkat pengalaman dimasa lalu.

7. Menetapkan harapan Anda. Pada umumnya, sebelum dilakukannya wawancara Anda diharuskan mengisi formulir interview yang berisikan informasi tambahan yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menyeleksi kandidatnya, termasuk salary dan fasilitas yang diharapkan. Jangan mematok harga yang tidak rasional. Lebih bijak jika Anda megukur terlebih dahulu kemampuan Anda bukan mengikuti keinginan Anda, lalu simpulkan seberapa layak Anda mendapatkan salary dan fasilitas jika Anda diterima untuk bekerja di perusahaan tersebut. Jangan lupa untuk mencari informasi standard salary perusahaan dari karyawan, internet dan beberapa buku panduan lainnya. Contohnya, untuk standar gaji lulusan S1, D3, SMA sederajat dan sebagainya. Lebih banyak informasi yang Anda dapatkan akan lebih mematangkan persiapan Anda untuk wawancara.

8. Jangan menceritakan kelemahan perusahaan sebelumnya. Ada beberapa interviewer yang memancing peserta wawancara untuk mencari selah agar Anda mencerikan kelemahan perusahaan dimana Anda bekerja sebelumnya. Hindari menceritakan kelemahan perusahaan, atasan bahkan lingkungan kerja Anda sebelumnya. Ada beberapa asumsi dari sang interviewer jika Anda terpancing dengan pertanyaan ini “Jika Anda mengundurkan diri dari perusahaannya, akan sangat memungkinkan jika Anda juga akan menceritakan kelemahan perusahaannya” Agar tidak terpancing dengan tipe pertanyaan seperti ini, persiapkanlah jawaban Anda sebelum menghadapi wawancara. Ingat, Bukan berarti Anda harus berbohong untuk menutupi kelemahan perusahaan sebelumnya. Intinya buatlah jawaban yang sekreatif mungkin dan tidak manipulatif.

9. Ucapkan terima kasih dan follow up. Setelah wawancara selesai jangan lupa ucapkan terima kasih pada interviewer karena Anda telah diberikan kesempatan untuk wawancara meskipun Anda nantinya tidak diterima bekerja di perusahaan tersebut atau tidak tertarik pada pekerjaaan tersebut. Dan jangan lupa untuk follow up, sejauh mana hasil dari wawancara. Anda bisa menghubungi perusahaan untuk menanyakan hasil wawancara.

Anda harus berjiwa besar jika Anda tidak diterima untuk bekerja, tetapi setidaknya Anda mendapatkan pengalaman dan ilmu dari wawancara tersebut, sehingga Anda akan mempunyai gambaran dan dapat mengantisipasi apa yang akan terjadi dikemudian hari jika Anda menghadapi wawancara.

Remember ! Kegagalan adalah proses dari pembelajaran.

10 CARA UPDATE KUALITAS

Salah satu kunci sukses berkarier adalah jangan pernah membiarkan diri stagnan. Anda harus punya motivasi dan keyakinan dan untuk maju. Namun, tak cuma motivasi Anda juga harus punya skill untuk memadai. Ini tak hanya didiamkan begitu saja, Anda harus mengatur dan meningkatkan kemampuan Anda secara efektif. Upgrade kemampuan atau skill akan membuka kesempatan lebih besar untuk meraih posisi puncak, juga akan menjaga Anda terdepak akibat persaingan di kantor.

Intinya, jangan cepat puas dan carilah cara untuk meningkatkan kualitas profesionalisme. Tak ada yang akan menikmati hasulnya selain diri sendiri, kok. Nah, berikut adalah beberapa trik untuk upgrade skill Anda:

1. Nilailah diri sendiri
Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya Anda mengawalinya dengan menilai kinerja diri. Penilaian harus obyektif dan realistis. Jika Anda merasa kinerja Anda belum maksimal, nilailah seperti itu. Ambillah kertas, kemudian tuliskan poin-poin tugas apa saja yang Anda hadapi di kantor. Lalu, tanyakan pada diri Anda, seberapa jauh mampu menangani poin-poin tersebut.

Misalnya, jika Anda seorang supervisor IT, tanyakan seberapa cepat Anda mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ada saat ini? Tanyakah juga apakah Anda menikmati tugas-tugas tersebut. Daftar singkat ini akan membantu Anda memperoleh gambaran utuh mengenai kinerja Anda sendiri. Setelah diperoleh gambaran utuh, Anda bisa memutuskan aspek mana yang sudah Anda kuasai, dan aspek mana yang perlu ditingkatkan.

2. Terus belajar
Pahamilah bahwa karier profesional merupakan sebuah proses di mana Anda memiliki kesempatan untuk mengikutinya terus menerus. Jadi, gunakan kesempatan ini untuk menguasai kemampuan profesional. Kerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, ikuti aturannya, cari tahu kelebihan dan kelemahan proses yang Anda ikuti, dan seterusnya. Dengan demikian, Anda akan mampu menjalankan semua tugas Anda dengan baik, saat ini dan di masa datang.

3. Be responsible
Meskipun berada dalam naungan sebuah perusahaan, Anda yang akan menentukan karier. Jadi, bertanggungjawablah dan pastikan bahwa Anda mengambil semua peluang untuk meningkatkan skill profesional Anda. Memperoleh tawaran untuk mengikuti training, seminar, atau keanggotaan sebuah asosiasi profesional? Tak perlu ragu untuk ikut dan bergabung karena skill pun akan semakin jaya.

4. Jaga kinerja
Selain bertanggungjawab, Anda juga harus menerapkan standar pribadi di dalam mengerjakan tugas profesional Anda. Standar inilah yang akan menentukan kualitas kerja. Di sisi lain, kinerja inilah yang akan menjadi dasar kenaikan jabatan atau promosi. Jadi, jangan segan bertanya kepada atasan. Jika memang merasa perlu, mintalah job atau tugas baru yang menurut Anda menantang. Namun, jangan asal meminta penugasan. Ukur kemampuan dan yakin bahwa Anda memang mampu menerima tugas.

5. Jaga hubungan kerja

Meski tampaknya tak terkait langsung dengan skill, menjaga hubungan kerja dengan semua level merupakan salah satu strategi penting untuk mengembangkan kemampuan. Berusahalah agar mampu bekerja dalam tim secara efektif. Gunakan semua contoh dan teori profesional yang Anda punya untuk meningkatkan kinerja. Jika memungkinkan, jadikan diri Anda sebagai salah satu contoh bagi rekan kerja.

6. Ciptakan jaringan
Sisihkan dulu urusan kantor. Kini, saatnya untuk bersosialisasi dan menciptakan jaringan di luar kantor. Anda bisa bergabung dengan komunitas profesional di luar posisi karier, namun tetapi bisa meningkatkan kualitas kinerja Anda. Contohnya, jika Anda seorang akuntan, tak ada salahnya bergabung dengan komunitas bursa. Yakinlah, ilmu dan jaringan yang Anda peroleh dan bina di komunitas itu akan sangat membantu karier di kemudian hari.

7. Carilah mentor
Cara terbaik menguasai sebuah bidang adalah belajar dari ahlinya. Jadi, jangan ragu untuk mencari mentor atau guru. Tentu, bukan dalam arti harfiah. Anda bisa, kok, misalnya “berguru” kepada penulis favorit Anda melalui buku-buku karyanya. Secara tak langsung, Anda akan menguasai ilmu Sang Ahli tersebut dan kemudian Anda terapkan dalam tugas sehari-hari. Tapi, bisa juga Anda langsung meminta petunjuk dari ahli yang Anda kenal. Yang penting, Anda yakin bahwa “guru” Anda ini memang ahli dan sudah memiliki pengalaman di bidangnya.

Kalau perlu, carilah mentor sebanyak-banyaknya. Semakin banyak mentor, semakin banyak ilmu yang bisa diserap, sehingga ketika dihadapkan pada suatu persoalan kerja, Anda memiliki banyak solusinya.

8. Siapkan masa depan
Selalulah bertanya, “Apa yang akan terjadi besok? Bagaimana mengatasinya?” Salah satu ciri pemenang adalah selalu selangkah di depan lebih dulu ketimbang kompetitornya. Ketika kompetitor tengah asyik bergulat dengan persoalan hari ini, Anda sudah mencari solusi untuk persoalan yang muncul esok hari. Cobalah berlatih membiasakan diri untuk berada selangkah di depan. Dijamin, Anda akan menikmati hasilnya lebih cepat dari yang Anda perkirakan.

9. Asah terus skill Anda
Dewasa ini banyak sekali tawaran pelatihan atau kursus singkat untuk semua bidang profesi, dari mulai pelatihan soal keuangan perusahaan, pelatihan program komputer, pelatihan leadership, dan sebagainya. Nah, seperti halnya poin ke-2 di atas, jangan ragu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, sekalipun tak berkait langsung dengan posisi Anda. Jangan takut untuk mengikuti tes uji kemampuan. Biasanya ketakutan dan keraguan muncul ketika Anda belum melangkah. Begitu melangkah, Anda pasti mampu mengatasi keragu-raguan tadi dengan segera. Pengayaan skill ini sudah pasti akan menjadi poin tersendiri dalam menjalani karier Anda.

10. Jangan lupakan teknologi
Ada banyak sekali situs atau jaringan sosial yang bisa Anda buka dan membantu meningkatkan skill Anda. Cara paling mudah adalah mencarinya di Google. Anda juga bisa bergabung dengan komunitas-komunitas di Facebook atau Twitter. Jika Anda tertarik untuk meningkatkan kemampuan negosiasi, Anda bisa misalnya, “berteman” dengan jago marketing, jika Anda berniat mempelajari program komputer, Anda bisa bergabung dengan komunitas programmer komputer, dan sebagainya.

(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)

4 CARA JADI ORANG KAYA

Keterampilan mengelola uang akan menentukan apakah seseorang sukses secara finansial dan menjadi kaya karenanya atau tidak. Meski begitu, keterampilan ini sangat bisa dipelajari dan membutuhkan konsistensi.

Valentino Dinsi, SE, MM, MBA, pendiri MuslimCOACH menyebutkan, hanya satu persen orang di dunia yang mengontrol 50 persen uang yang beredar, dan lima persen orang di dunia yang menguasai 90 persen uang beredar. Ini sama artinya dengan semakin banyak orang yang memperebutkan sedikit uang.

“Jika pun uang beredar di dunia ini dibagi rata setiap orang, 25 milyar per orang misalnya. Dalam lima tahun komposisinya akan kembali seperti awal tadi. Karena begitu menerima uang banyak, kecenderungannya orang akan konsumtif,” jelas Valentino, dalam dalam seminar bertema “Entrepreneur in You” yang diadakan oleh Department Group of Magazine, Kompas Gramedia beberapa waktu lalu.

Lantas bagaimana sebagian kecil orang di dunia mengelola uangnya dan sukses finansial serta menjadi kaya karenanya?

1. Jangan bergantung pada satu sumber penghasilan
Menjadi kaya sama dengan bekerja lebih giat dan menarik uang lebih banyak. Bergantung pada satu sumber penghasilan takkan cukup menambah pendapatan. Jadi, caranya menjadi kaya adalah dengan mencari sumber pendapatan kedua atau ketiga. Anda bisa mencari tambahan penghasilan dengan keterampilan atau hobi yang dimiliki dan bisa dikerjakan dari rumah. Seperti menjadi penulis buku freelance dan mengerjakannya sepulang kantor. Atau keahlian lain yang berbeda dari pekerjaan Anda saat ini.

2. Akumulasi aset

Semakin banyak aset Anda, semakin besar nilai kekayaan Anda. Mulailah berinvestasi. Membeli tanah, bisnis franchise yang memudahkan dan laris di pasaran, atau bentuk investasi lain. Tentu saja Anda perlu menambah pengetahuan seputar investasi termasuk risikonya. Dengan mempelajari jenis dan risiko investasi, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus mengakumulasi aset Anda.

3. Terapkan teori “compounding”
Seperti dikutip http://www.dowtheoryletters.com dalam buku Irwin Shaw bertajuk Rich Man, Poor Man disebutkan, compounding menjadi aturan pertama untuk menghasilkan uang dan menjadi jalan menuju kaya. Jalan ini mengandung makna, Anda harus gigih dalam berupaya menghasilkan uang. Anda juga memerlukan kecerdasan untuk tetap menjalani pekerjaan (yang menghasilkan uang tersebut). Artinya Anda perlu memahami betul apa yang Anda lakukan dan mengapa Anda melakukan pekerjaan tersebut. Selain itu compounding juga bermakna Anda perlu memiliki pengetahuan matematika untuk dapat memperhitungkan penghasilan yang Anda miliki dan mengelolanya dengan tepat. Selain itu, sukses finansial membutuhkan waktu, dan bukan sukses instan yang hanya bertahan sementara.

4. Menjalani empat profesi ini
Valentino menyebutkan empat profesi orang terkaya di dunia adalah:
* Entrepreneur
* Pialang saham
* CEO/ Direktur Utama sebuah perusahaan.
* Staf penjualan door to door yang dibayar berdasarkan komisi hasil penjualan.

Jika disimak, daftar 10 orang terkaya di Indonesia menurut majalah Forbes (versi September 2008) adalah pengusaha. Sebut saja lima besarnya seperti Aburizal Bakrie dan keluarga (5,4 miliar dollar AS),  Sukanto Tanoto dan keluarga mengelola Garuda Mas (4,7 miliar dollar AS),  R. Budi Hartono (3,14 miliar dollar AS), Budi Hartono dan Michael Hartono, dua saudara kandung yang memiliki saham di perusahaan rokok Djarum dan BCA (3,08 miliar dollar AS),  Eka Tjipta Widjaja dan keluarga pemilik Sinar Mas Group (2,8 miliar dollar AS), dan sederet penguasaha kaya lainnya.

KARAKTER MENURUT GOLONGAN DARAH

Untuk jenis posisi tertentu, golongan darah yang dibutuhkan berbeda dengan posisi lainnya. Menurut keyakinan Jepang, tidak semua golongan darah dapat bekerja sama baiknya di semua posisi . Furukawa Takeji pertama kali meneliti dan menyatakan bahwa golongan darah seseorang akan mempengaruhi kepribadian dan karakter orang tersebut secara langsung (baca lengkap di buku: Understanding Your Communication Styles–Memahami Gaya Komunikasi Anda) .

1. karakter orang bergolongan darah A

Orang dengan golongan darah A memiliki kekuatan karakter yang mengakar kuat yang akan membantu mereka untuk tetap tenang dalam krisis ketika semua orang panik menghadapi situasi serupa. Mereka cenderung menghindari konfrontasi, dan sesungguhnya kurang nyaman berada di antara orang banyak. Mereka biasanya pemalu dan terkadang suka mengasingkan diri. Mereka mencari keharmonisan dan sangat sopan, tetapi mereka sebenarnya tidak pernah benar-benar cocok dengan orang lain. Mereka sangat bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, mereka lebih suka mengerjakannya sendiri. Orang-orang dengan golongan darah ini selalu mengukir sukses dan sangat perfeksionis. Mereka juga sangat kreatif, dan paling artistik di antara semua golongan darah yang ada karena kesensitifan mereka .

Cara Berkomunikasi dengan Orang Bergolongan Darah A

* Jangan mengangkat topik yang konfrontatif, misalnya, topik kontroversial karena mereka orang yang tidak suka membuat konfrontasi dengan lawan bicara .
* Gunakan kata-kata yang relatif sopan karena mereka sangat sensitif dan terkadang konservatif sehingga kata-kata yang tidak sesuai dengan standar kesopanan minimal akan dapat menyinggung mereka.
* Jika menjawab usahakan dengan lengkap dan bermakna karena mereka adalah orang yang sangat sempurna dan kurang menyukai hal yang setengah-setengah.
* Mintalah pandangan dan pendapat mereka karena mereka sangat kreatif untuk hal ini dan dengarkan dengan saksama ketika mereka menjelaskan.
* Jangan melebihi mereka saat menyampaikan sesuatu. Artinya, jangan sampai mereka merasa dilampaui dalam hal kepintaran dan pengalaman, misalnya.
* Hargai mereka dengan memuji seperlunya karena pujian yang berlebihan akan membuat mereka ragu dengan ketulusan si pemuji

2. Karakter orang bergolongan darah B

Orang dengan golongan darah B merupakan orang yang paling praktis di antara semua golongan darah yang ada. Mereka adalah spesialis di bidang yang digelutinya. Ketika mereka memulai sebuah proyek, mereka akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk memahami dan mencoba mengikuti semua petunjuk/arahan yang diperlukan untuk itu. Jika mengerjakan sesuatu, mereka selalu fokus kepada apa yang tengah dikerjakan. Mereka cenderung berpedoman pada tujuan dan mengejarnya sampai tuntas walau pun kelihatannya pekerjaan itu tidak mungkin dilakukan. Mereka cenderung kurang kooperatif. Mereka lebih suka mengikuti peraturan dan gagasan mereka sendiri. Orang dengan golongan darah B memberikan perhatian lebih kepada pikiran daripada perasaan mereka, dan karenanya, terkadang kelihatannya dingin dan serius.

Cara Berkomunikasi dengan Orang Bergolongan Darah B

Ada karakter ada gaya. Orang bergolongan darah B memiliki karakter yang berbeda dengan mereka yang bergolongan darah A. Mereka lebih praktis, egois, kreatif, optimis dan bebas dalam berpikir. Mereka juga memiliki kecenderungan mengerjakan segala sesuatu secara individual. Oleh karena itu, di Jepang, untuk membentuk sebuah tim yang kuat sehingga motto yang digagas John C. Maxwell: teamwork makes the dream work benar-benar menjadi kenyataan, orang golongan darah B ini biasanya kurang dilibatkan.

Untuk lebih jelas, gaya komunikasi dengan orang bergolongan darah B berikut dapat dijadikan pedoman:

” Mulailah pembicaraan dengan runtun, jangan melompat-lompat karena mereka kurang menyukai hal-hal yang tidak teratur .
” Jangan memulai pembicaraan tanpa mengakhirinya.
” Gunakan data-data akurat, bukan rekaan.
” Jika mengajak kerjasama, pastikan bahwa mereka bersedia.
” Berbicaralah kepada otaknya bukan hatinya. Gunakan lebih banyak fakta rasional daripada sosial.
” Jangan menggunakan gaya bicara yang terburu-buru.

Orang dengan golongan darah B lebih suka mendengarkan uraian rinci dan runtun. Mereka suka ada awal dan akhir dari sebuah percakapan. Karena mereka sangat concern dengan apa yang telah dimulai untuk dapat diakhiri. Mereka tidak suka orang yang berbicara secara tidak jelas dan tanpa pertimbangan rasional karena mereka lebih menggunakan nalar rasio-nya daripada perasaannya .\

3. karakter orang bergolongan darah O

Orang-orang dengan golongan darah O adalah mereka yang tidak banyak ambil pusing, penuh semangat dan memiliki jiwa sosial yang tinggi . Mereka adalah orang yang paling fleksibel di antara semua golongan darah yang ada. Mereka akan dengan cepat memulai sebuah proyek namun mengalami masalah ketika melanjutkannya dan tidak jarang banyak juga yang dengan mudah menyerah di tengah jalan. Mereka terkadang bertingkah dan tidak terlalu dapat dijadikan sandaran. Mereka selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mereka secara langsung. Mereka selalu jujur. Mereka menghargai pendapat orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. Selain itu, orang-orang bergolongan darah O ini memiliki rasa percaya diri yang sungguh kuat. Di Jepang, golongan darah ini merupakan golongan darah rata-rata orang disana.

Gaya Komunikasi dengan Orang Bergolongan Darah O

Ketika berhadapan dengan orang bergolongan darah O yang penuh semangat dan percaya diri, terus terang, optimistis, terkadang egois dan kreatif, hal-hal berikut dapat dijadikan pedoman:

* Berbicaralah dengan semangat dan penuh vitalitas. Karena mereka kurang menyukai orang-orang yang terkesan lemah, letih, lesu, lemas, letoy, dan loyo yang dianggap tidak dapat mengikuti ritme mereka yang penuh dengan energi.
* Jangan gunakan kata-kata negatif dan pesimis karena kelompok kata itu tidak terdapat dalam kamus mereka yang penuh dengan semangat positif dan optimis.
* Ketika mengikat sebuah kontrak, pastikan dengan tegas bahwa mereka komit dengan apa yang telah disepakati dan dapat bertanggung jawab atas penyelesaiannya.
* Berkatalah dengan jujur karena mereka juga demikian adanya. Sekali kebohongan terdeteksi, mereka tidak akan percaya lagi pada lain kesempatan.
* Tunjukkan bahasa tubuh yang penuh keceriaan dan semangat .

Orang dengan golongan darah O paling suka berkomunikasi dengan mereka yang penuh semangat. Orang-orang yang tidak memiliki semangat hidup yang baik sulit menjadi teman dekat orang golongan ini. Karena mereka selalu semangat sejalan dengan vitalitas yang mereka miliki. Mereka akan dapat berkomunikasi berjam-jam dengan orang yang cocok dan dapat mengikuti ritme bicara mereka yang sangat optimistis dan motivatif.

Silahkan pelajari dengan saksama seluruh karakter dan gaya komunikasi orang berdasarkan golongan darah masing-masing. Semoga kita akan menjadi ‘penjahit’ yang luar bisa dengan jahitan yang sesuai dengan ukuran seseorang. Semoga!

4. Karakter orang bergolongan darah AB

Orang dengan golongan darah AB susah dikelompokkan. Mereka dapat memiliki karakteristik di kedua ujung spektrum pada waktu bersamaan. Artinya, di satu sisi mereka pemalu, di sisi lain, sangat terbuka. Mereka dengan mudah mengubah satu sisi ke sisi yang lain. Mereka dapat dipercaya dan bertanggung jawab, namun tidak dapat bertanggung jawab jika terlalu banyak yang dituntut dari mereka. Mereka tidak keberatan membantu sepanjang sesuai dengan syarat mereka. Orang-orang dengan golongan darah ini sangat suka seni dan metafisika. AB juga dianggap sebagai tipe darah terburuk di Jepang . Mereka juga suka menentukan syarat sendiri dan berhak menggugurkannya jika tidak sesuai dengan harapan mereka. Mereka dikenal sangat sensitif dan penuh perhatian. Di Jepang, beberapa perusahaan membagi karyawan-karyawannya ke dalam kelompok kerja berdasarkan golongan darah, dan ironisnya, tidak seorang pun yang mau bekerjasama dengan kelompok golongan darah AB di Jepang ! (Jangan terlalu sedih buat yang di Indonesia ya) .

Dengan karakter yang mudah berubah-ubah tergantung kondisi mood tertentu, orang-orang dengan golongan darah AB tentu masih dapat diambil ‘hatinya’ ketika kita berkomunikasi dengan mereka agar mencapai tujuan yang ingin kita raih. Gaya komunikasi yang perlu diterapkan adalah seperti tersebut di bawah ini:

* Pertama-tama, ikuti dulu alur pembicaraan mereka.
* Selanjutnya, berbicaralah secara tegas karena mereka mudah berubah-ubah.
* Bicaralah tentang seni dan metafisika untuk memulai percakapan yang lebih panjang jika hal itu diinginkan.
* Jika membuat janji, pastikan mereka memahaminya dan setuju.
* Jangan ambil keputusan sepihak karena mereka termasuk orang yang suka menentukan sebuah keputusan secara sepihak. Diskusikanlah dengan sinergis.
* Jangan terlalu banyak mengumbar kata dan janji karena mereka sulit mengingat, apa lagi menjalankan kewajiban yang semakin banyak..

20 TIPS SUPAYA MAKIN PRODUKTIF DAN HAPPY DALAM BEKERJA

Apakah Anda terjebak pada pola kerja yang sangat membosankan, yang membuat Anda menjadi jenuh dan tidak bahagia dengan pekerjaan Anda saat ini? Apakah Anda ingin lebih produktif dan mendapat kepuasan dalam pekerjaan Anda?

Berikut ini adalah beberapa tips untuk memperbaiki pola pikir, rutinitas dan gaya kerja Anda. Ikuti berbagai tips ini, dan Anda akan melihat perubahan yang terjadi!

1. Buatlah perencanaan

Mulailah hari Anda dengan memberikan ekstra waktu 15 menit setiap hari untuk menyusun perencanaan. Tuliskan 1 s/d 3 hal-hal yang terpenting yang harus Anda lakukan hari ini. Pikirkan 3 prioritas hari ini yang menunjang kearah target Anda. Dan jangan lupa, orang yang mudah jenuh dan bosan adalah orang yang tidak memiliki “peta kehidupan” yang jelas. Jadi buatlah “goal setting” Anda, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

2. Buatlah “Power Question”

Tuliskan di sebuah “post-it-note” atau diselembar kertas, tulisan “Apakah saya sudah gunakan waktu saya dengan maksimal hari ini?” Tulisan pertanyaan ini akan menolong pikiran Anda untuk bertindak produktif dan keluar dari lingkaran malas-malasan.

3. Jangan jadi “Perfeksionis”

Seorang perfeksionis tidak akan pernah puas dengan apa yang dilakukan hari ini. Selalu saja ada kesalahan, ada problem dan ada hal yang tidak beres dengan tugas hari ini. Anda tidak bisa bertindak seperti Tuhan yang bisa menyelesaikan segala sesuatu dengan sempurna. Terimalah kekurangan yang terjadi. Yang penting, hal-hal utama sudah bisa terselesaikan.

4. Jangan langsung cek email

Kecuali apabila memang tugas Anda mengharuskan mengecek email dari menit ke menit, maka letakan urusan email setelah tugas yang paling penting bisa diselesaikan. Sadarkah Anda, berapa banyak orang yang terjebak dengan email dan berlama-lama didepan komputer dan melakukan hal-hal yang bukan prioritas utama?

5. Take a break

Setiap 1 – 2 jam berkonsentrasi didepan komputer atau tenggelam dengan segala macam analisa, ada baiknya bila Anda istirahat sejenak barang 10 – 15 menit. Hal ini akan memulihkan konsentrasi dan fisik Anda kembali .

6. Delegasi atau hapus

Delegasikan segala tugas-tugas yang “remeh” kepada staff Anda ( bila ada ). Fokus & prioritas pada tugas-tugas utama dan yang lebih penting. Bila perlu hapus segala kegiatan yang tidak menunjang target Anda hari ini, misalnya ngegosip, menjawab telpon tawaran kartu kredit, dsb.

7. Putuskan untuk selalu “happy”, antusias, selalu mengucap syukur dan berpikiran positif

Menjadi sosok professional yang produktif dan kompetitif, tidak berarti Anda harus serius setiap saat. Buat keputusan untuk “happy all the time” dan latihan berespon positif walau sedang “puyeng 7 keliling”. Hindari percakapan negatif yang akan meruntuhkan semangat Anda.

8. Menerima & memahami rekan kerja yang negatif

Orang yang bersikap dan berpikiran negatif, biasanya sedang mengalami masalah atau memiliki latar belakang yang kurang menyenangkan. Belajar untuk memahami mereka. Ketika Anda menjumpai orang yang menyebalkan, Anda hanya memiliki 2 pilihan, yaitu menjadi emosi dan tertular negatif atau tetapkan dalam pikiran Anda,”Dia pasti sedang mengalami masalah berat, saya akan coba untuk memotivasi dia”. Intinya, Anda mau tersedot sikap negatif dia, atau Anda mau menebar aura positif kepada dia. Anda yang pilih!

9. Setahap demi setahap , bila Anda sedang banyak masalah

“Go slow!” Jangan terburu nafsu. Selesaikan satu persatu. Seperti melerai benang kusut, lakukan setahap demi setahap. Cari seseorang ( yang berpikiran positif ) untuk bisa bagi cerita masalah Anda. Sekali lagi, jauhi si “negative thinker” dan tukang gossip.

10. Jangan coba menggeser “gunung”

Pernah alami hal seperti ini ? Deadline ketat, boss yang “menyebalkan”, pelanggan yang kasar, rekan kerja yang egois, computer yang “lemot” ( lambat ). Hadapi saja semua nya dengan mengucap syukur, jangan coba-coba punya keinginan untuk mengubah “gunung” yang tidak bisa digeser. Cari jalan lain, putar, u-turn, intinya, tujuan tetap harus tercapai. Jangan merengek dan mengeluh dikaki “gunung” dan buang-buang waktu!

11. Tetap fokus , ketika konflik terjadi.

Tetap fokus pada pencapaian target Anda. Tetap melangkah maju! Jangan pusingkan “siapa yang benar, siapa yang salah, siapa yang menang, siapa yang kalah”. Tinggalkan semua “sampah” ini, tetap bergerak maju. Jangan ijinkan “timbunan sampah” ini mengganjal perjalanan Anda.

12. Secara rutin, ambil waktu untuk ”meliburkan” diri Anda.

Lakukan sesuatu yang sehat yang belum pernah Anda lakukan. Pergi ke tempat yang belum Anda kunjungi. Cicipi makanan yang belum pernah Anda coba. Alami sesuatu yang berbeda sama sekali. Warnai hidup Anda dengan berbagai warna. Jangan gunakan warna kehidupan yang itu-itu saja! Semua ini akan menyegarkan kembali jiwa dan pikiran Anda.

13. Minta masukan positif.

Datangi atasan Anda, atau rekan kerja Anda atau bahkan bawahan Anda. Tanyakan kepada dia, hal-hal positif apa saja yang telah lakukan. Kemajuan-kemajuan apa saja yang telah Anda kerjakan. Jangan pusingkan negative feedback dulu. Positive feedback akan memberikan kepada Anda rasa percaya diri yang lebih tinggi dan pada akhirnya munculkan rasa kepuasan terhadap prestasi Anda.

14. Proaktif untuk kerja sama.

Jangan takut untuk berinisiatif kerja sama dengan rekan kerja lainnya. Jangan menunggu diperintah atasan untuk “connect” dengan orang lain. Kreatifitas seringkali akan muncul saat kita kolaborasi dengan orang lain. Dan hal ini akan memunculkan semangat.

15. Prinsip potong buah nangka

Untuk menikmati buah nangka, Anda harus belah-belah buah nangka besar yang utuh ,menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, dan baru kemudian Anda bisa mengambil buahnya untuk dinikmati. Sama halnya, bila Anda mendapatkan masalah, pilah-pilah masalah itu menjadi potongan masalah yang kecil-kecil, lalu selesaikan satu persatu

16. Minta waktu

Bila Anda ditanya suatu pertanyaan berat yang tidak bisa Anda jawab, mintalah waktu untuk mencari jawabannya. Cari waktu untuk bertanya, riset di internet, tanya ahlinya. Praktisnya, katakan,”Saya akan kembali nanti dengan jawabannya”. Hal ini akan menghindari Anda terjerumus kepada jawaban yang Anda akan sesali.

17. Latihan untuk buang kebiasaan negatif

Seminggu sekali, pikirkan secara khusus, satu kebiasaan buruk yang Anda mau buang pada minggu ini dan seterusnya. Misalnya Anda mau latihan membuang kebiasaan menunda. Tuliskan ”STOP MENUNDA” di post-it-note. Tempelkan di tempat yang sering Anda lihat, sebagai alat pengingat, Buat komitmen untuk laksanakan hari itu juga.

18. Belajar sesuatu dari kritikan orang lain.

Bila Anda mendapatkan kritikan dari orang lain, sekalipun orang yang paling Anda benci, jangan cepat-cepat menangkis (defense), Seringkali isi kritikan itu adalah sesuatu yang benar tentang diri Anda. Dengarkan – simak dengan baik – putuskan langkah positif apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki diri

19. Selalu beradaptasi terhadap perubahan

Daya beradaptasi adalah ”survival skill” paling utama didalam kehidupan. Orang yang tidak beradaptasi pada berbagai perubahan, akan mudah stress dan tertinggal. Bersikap terbuka dan selalu mau belajar pada hal-hal baru. Lihatlah perubahan sebagai hal yang menyenangkan dan sebagai obat rasa jenuh terhadap rutinitas yang sama

20. Milikilah target untuk meningkatkan ketrampilan terus menerus.

Jangan lupa, tidak peduli Anda kerja pada orang lain atau bisnis Anda sendiri, harga Anda tergantung pada kualitas keterampilan yang Anda jual. Semakin tinggi kualitas ketrampilan Anda, semakin ”mahal” harga Anda. Oleh karena itu, tingkatkan terus menerus ”barang dagangan Anda”

Freddy Liong, MBA, CBA – Success@Work book writer & Coach http://www.freddway.com