MENITI KARIR (Bag.2)

Pertanyaan #2–Setujukah anda dengan pernyataan, “karier adalah jabatan”? Adakah alternatif lain?Apakah karier adalah pangkat dan jabatan?

Kiranya agak terlalu naif untuk mengiyakannya begitu saja. Dalam kenyataan ada banyak orang yang bekerja dan meraih banyak kemajuan, namun tidak disertai dengan kenaikan jabatan. Ambil contoh, ada seorang kasir yang telah belasan tahun bekerja tanpa pernah sekali pun mendapat kenaikan pangkat. Mungkin orang lain menganggapnya telah “mentok”. Bukankah semestinya ia telah menjabat sebagai kepala kasir, atau kepala keuangan, atau mungkin manajer keuangan.

Namun, ia sendiri memandang kariernya berjalan cukup baik. Mengapa demikian? Karena ia menemukan dirinya berkembang. Bila pada awal ia bekerja hanya mampu menangani kas kecil, kini ia dipercaya mengelola rekening bank, perencanaan kas dan berbagai transaksi keuangan lainnya. Ini adalah sebuah perjalanan karier yang horisontal, yang ditandai dengan berkembangnya kemampuan seseorang dalam menangani tugas-tugas. Bertambahnya pengetahuan, ketrampilan, dan kepercayaan adalah tonggak-tonggak untuk menandai kemajuan karier seseorang.

Pertanyaan #3–Apa yang anda rencanakan saat anda merencanakan karier? Benarkah anda bisa merencanakan untuk diujudkan? Bagaimana seseorang merencanakan karier?

Apakah dengan menyusun semacam peta yang berisikan anak tangga kedudukan yang harus dilalui beserta periode waktu yang harus ditempuh. Misal, dalam tiga tahun sudah harus bekerja di bidang ini, dengan jabatan itu. Kemudian, lima tahun berikutnya sudah harus mendapatkan promosi menjadi ini dengan wewenang itu. Benarkah demikian? Tampaknya penuh dengan ambisi. Sayangnya lebih banyak orang berhasil yang tak membayangkan kesuksesan yang kelak diraihnya. Mereka cenderung lebih suka memusatkan perhatian untuk menyelesaikan tugas-tugasnya saat ini dengan sebaik-baiknya.

Bersibuk-sibuk dengan tujuan “karier” membuat banyak orang silap dengan apa yang semestinya dikerjakan sekarang. Perencanaan karier bukan merencanakan akan jadi apa kita kelak, melainkan mempersiapkan diri dengan bekal pengetahuan, ketrampilan, dan kepribadian yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pekerjaan. Dengan demikian, di saat kesempatan itu tiba kita telah siap untuk menghadapinya. Karier adalah jalan dimana kita memupuk terus kemampuan kita sehingga mencapai keunggulan kerja.

Advertisements

MENITI KARIR (Bag.1)

Ada satu bagian dari kehidupan kita yang berkaitan dengan pekerjaan dan profesi, yang biasa disebut dengan karier. Setiap orang yang bekerja, di tingkat apa pun, berhak mengharapkan karier yang lebih baik. Namun, pertanyaan yang mendasar adalah: apakah karier itu? Kemanakah jalan karier menuju?

Pertanyaan #1–Bagaimana dengan karier anda? Menurut anda, ke arah mana jalan karier semestinya menuju?
Bagi kebanyakan orang, karier adalah perjalanan ke atas, mendaki jenjang-jenjang jabatan dalam struktur organisasi perusahaan dengan tujuan gemilang: jabatan tertinggi. Memang ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Seseorang tak bisa begitu saja meraih kursi pucuk pimpinan tertinggi. Kebanyakan orang harus mendaki anak tangga organisasi satu per satu, mulai dari staff, kepala bagian, manajer dan seterusnya. Kemajuan karier ditandai dengan promosi jabatan. Tentu bukan sembarang jabatan. Jabatan yang menarik adalah yang memberikan kewenangan dan tanggung jawab lebih besar atas operasi perusahaan, orang, dan modal.

Dengan kata lain, meniti jalan karier adalah meniti jalan kekuasaan. Sehingga disadari atau tidak, tindakan dan perilaku yang diterapkan lebih merupakan tindakan dan perilaku politis. Terlebih lagi, mengingat struktur organisasi tradisional yang cenderung berbentuk kerucut menyebabkan lebih sedikit tempat di atas dibanding jumlah mereka yang memperebutkannya. Di sisi lain, usia bertambah tanpa bisa dicegah sehingga pemburu karier harus benar-benar memperhitungkan strategi, taktik, dan waktu yang tepat. Apa yang didapat dari semua ini? Otoritas, kekuatan finansial, pengaruh atas orang, dan berbagai pernak-pernik kekuasaan lainnya. Agaknya pernyataan ini terlalu sederhana, namun cukup wajar bagi mereka yang menganggap karier sama dengan jabatan dan pangkat-pangkat.

TIPS MENINGKATKAN GAIRAH KERJA

Harus diakui kita memiliki siklus gairah kerja. Saat kita menerima pekerjaan baru yang penuh tantangan, gairah kerja serasa melonjak. Namun, ketika rasa bosan mulai datang, gairah kerja turun perlahan-lahan. Bila hal ini tidak diatasi, maka gairah kerja kita meluncur deras sehingga tanpa sadar kita kehilangannya. Adalah hal yang positif bila kita bisa mengetahui bahwa gairah kerja kita berada di siklus menurun. Anda perlu memompakan semangat baru agar kembali naik, atau setidaknya tidak melorot terus. Berikut, tips untuk memacu gairah kerja yang sedang loyo.

–Tingkatkan kebugaran tubuh.

Seringkali gairah kerja menurun seiring dengan buruknya kebugaran tubuh. Berolahragalah. Lebih baik lagi melakukan permainan olahraga bersama rekan-rekan. Istirahatlah yang cukup. Dan perhatikan pola makan anda.Pastikan anda berangkat ke tempat kerja dalam kondisi bugar dan ceria.

–Pelajari ketrampilan baru.

Rasa bosan dan tak bergairah biasanya dikarenakan buntunya daya kreativitas anda. Pelajarilah ketrampilan dan pengetahuan baru. Temukan minat-minat yang membuat daya hidup anda terang kembali. Begitu daya hidup anda menyala, kreativitas dan gairah kerja pun muncul.

–Bergeraklah lebih cepat.

Melangkahlah lebih cepat. Jangan gunakan elevator. Biarkan otot dan tulang seluruh tubuh anda bergerak. Lakukan segala sesuatunya lebih cepat, tangkas dan lincah.

–Perbarui rasa humor anda.

Carilah kesegaran batin anda dengan humor. Tertawa terbahak-bahak dapat melepaskan ketegangan.

–Bergaulah dengan orang-orang yang bersemangat tinggi.

Carilah inspirasi dari mereka yang memiliki gairah tinggi. Bila anda berdiri dekat api, anda akan merasakan hangatnya. Jangan biarkan rasa malas anda tumbuh subur. Menjauhlah dari para pengeluh dan pesimis.

–Ingatlah integritas anda adalah segala-galanya

Anda tentu tak mau dicap sebagai pemalas, loyo dan tak bertenaga. Integritas adalah motivasi internal yang paling ampuh untuk memacu gairah kerja anda. Bila anda mampu menumbuhkan kebutuhan akan integritas pribadi yang tinggi, maka seluruh hal di atas dapat anda atasi dengan mudah.

TIPS MENGINGAT NAMA SESEORANG

Sebagian orang memiliki kelemahan dalam mengingat nama orang, terutama orang yang baru dikenalnya. Menyebut nama dengan benar adalah pintu pembuka hubungan yang lebih baik. Setiap orang senang bila namanya dikenal dan diucapkan dengan benar. Selain itu betapa rikuknya bila kita bercakap-cakap dengan seseorang yang kita tidak mampu mengingat namanya dengan baik. Mau bertanya, tidak berani. Khawatir dianggap tidak sopan. Oleh karena itu ada baiknya kita melatih diri mengingat nama orang yang baru kita kenal.

–Saat berkenalan dengarkan namanya baik-baik.
Berkenalan bukan hanya berjabat tangan erat dan tersenyum ramah. Atau berbasa-basi sejenak. Simaklah baik-baik namanya.. Orang merasa dihargai bila anda berusaha mengenal dan mengingat namanya.

–Bila perlu, ulangi menyebutkan namanya dengan lengkap.
Ini untuk membantu anda memusatkan perhatian pada nama orang itu dengan benar.

–Bacalah dalam hati berulang-ulang kartu namanya.
Kartu nama adalah sarana terbaik untuk mengingat nama seseorang. Letakkan kartu nama orang itu di hadapan anda selama pertemuan, dan bacalah berulang-ulang dalam hati. Ini akan menancapkan ingatan yang lebih kuat pada benak anda.

–Perhatikan wajah orang itu dan kenali ciri-ciri yang khas
Bantulah ingatan anda dengan mengenali wajah serta ciri-ciri khas yang mengingatkan anda padanya. Seperti, tahi lalat, bentuk hidung, senyumnya, dan lain-lain.

–Hubungkan nama orang dengan obyek tertentu yang mudah diingat
Banyak nama berhubungan dengan obyek tertentu. Misal, nama bulan, tempat, kejadian, orang terkenal, dan lain sebagainya.

–Sebutkan namanya selama pertemuan
Tataplah orang itu dan sebutlah namanya berulang-ulang selama pertemuan. Tak beberapa lama, anda akan menyadari bahwa anda bisa menyebutkan namanya dengan benar kemudian mengingatnya.

–Tutuplah pertemuan dengan menyebut namanya
Untuk menguatkan ingatan anda selepas pertemuan, maka akhiri pertemuan dengan menyapa namanya.

BOLA MASUK KE KANTONG KERTAS

Paul W Cummings

Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik?

Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa yang harus dilakukannya?

Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi. Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar.

Namun, pemain profesional kita kali ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu. Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wus, bola terpukul dan jatuh persis di dekat lobang di lapangan hijau. Bravo! Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.

Smiley…! Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu. Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan.

CERMIN RETAK PENGKRITIK

Kritiklah terus orang lain. Cari dan temukan kesalahan mereka. Meski mereka melakukan keberhasilan, pasti ada banyak bopeng-bopeng yang menarik untuk diungkapkan. Tunjukkan pada orang banyak, bahwa anda mempunyai tatapan setajam elang untuk menemukan kelemahan orang lain. Dengan demikian anda bisa meletakkan diri setingkat lebih tinggi dari mereka. Lalu, temukan apa yang terjadi pada diri anda.

Ya! Kini anda menjadi cermin yang memantulkan bayangan kelabu dari siapa pun yang anda jumpai. Maka, jangan risau bila takkan ada orang yang berkenan berdiri di hadapan anda. Bukan karena mereka tak mau jujur melihat bayangannya sendiri, namun tak seorang pun suka melihat bayangan yang terpantul dari cermin yang retak. Bila anda terus-menerus mengkritik orang lain, anda menunjukkan keretakan yang ada pada diri sendiri. Tak ada tempat yang pantas bagi pecahan cermin, selain dipendam dalam-dalam agar tak melukai telapak kaki yang berderap melangkah maju.